Bawaslu Babel Sosialisasikan Potensi Pelanggaran Pilkada

Hafiz Wow    •    Kamis, 06 Agustus 2020 | 09:39 WIB
Pilkada
Caption: Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Yulianto menghadiri kegiatan Forum Warga Pengawasan Partisipatif pada tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2020 di Dusun C2, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. (fiz/wb)
Caption: Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Yulianto menghadiri kegiatan Forum Warga Pengawasan Partisipatif pada tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2020 di Dusun C2, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. (fiz/wb)

LUBUK BESAR, www.wowbabel.com, -- Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Yulianto menghadiri kegiatan Forum Warga Pengawasan Partisipatif pada tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2020 di Dusun C2, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Forum warga ini digelar untuk menyerap aspirasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peran masyarakat dalam pengawasan Pilkada 2020. Dalam forum warga ini Bawaslu juga memberikan pemahaman mengenai potensi pelanggaran yang akan terjadi pada Pilkada 2020.

"Banyak potensi pelanggaran yang kemungkinan akan terjadi dalam Pilkada ini, seperti pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali," kata Andi saat memberikan materi, Rabu (5/8/2020).

Andi menyampaikan, apabila ada jajaran Bawaslu yang melalukan pelanggaran dalam mengawasi tahapan Pilkada, dirinya mengimbau agar masyarakat melaporkan kepada Bawaslu untuk ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah, Robianto menjelaskan mengenai tindak pidana pemilu pada saat masa kampanye berlangsung.

"Kita mungkin beranggapan bahwa sembako bukan politik uang, namun faktanya sembako termasuk politk uang dan masuk kedalam pelanggaran tindak pidana pemilu," terang Robianto. (fiz/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL