Didorong Ekspor Timah, Nilai Ekspor Babel Naik 36,11 Persen

Tim_Wow    •    Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:09 WIB
Ekonomi
Grafik nilai ekspor Babel periode Juni 2019 - Juni 2020. (BPS)
Grafik nilai ekspor Babel periode Juni 2019 - Juni 2020. (BPS)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Badan Pusat Statistik (BPS) kota Pangkalpinang melaporkan nilai ekspor provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di bulan Juni 2020 turun 39,73 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor komoditas timah turun 33,01 persen, begitu juga dengan komoditas nontimah ikut ambles 64,47 persen.  Jumlah nilai ekspor pada bulan Juni 2020 mencapai US$99,6 juta (bulan sama tahun sebelumnya US$165,2 juta).

"Dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor Juni 2020 naik sebesar 36,11 persen. Peningkatan nilai ekspor didorong oleh naiknya ekspor timah sebesar 51,96 persen. Peran timah selama Januari-Juni 2020 mencapai 81,95 persen. Sebaliknya, nontimah turun 21,02 persen. Peran nontimah periode Januari-Juni 2020 sebesar 18,05 persen," tulis BPS, Kamis (6/8/2020).

Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Provinsi Kepulauan Babel. Sekitar 19,87 persen ekspor timah pada Januari-Juni 2020 dikirim ke negara ini. Jika dibanding Januari-Juni 2019, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun sekitar 71,01 persen.

Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan India berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Juni 2020. Peran keempat negara berkisar antara 11,95 persen hingga 15,87 persen. Maka, lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Babel berperan sebesar 74,66 persen.

Ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari-Juni 2020 didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15). Nilai ekspor lemak & minyak hewan/nabati akumulasi hingga Juni 2020 menjadi US$80,3 juta atau 76,92 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nilai ini naik 30,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, nilai ikan dan udang (HS 03) juga naik 114,03 persen.

Sebaliknya, sebanyak 3 dari 5 komoditas dengan nilai ekspor terbesar bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya mengalami penurunan. Nilai ekspor karet dan barang dari karet (HS 40), ekspor berbagai produk kimia (HS 38), dan ekspor kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) turun masing-masing 36,60 persen, 19,46 persen, dan 11,82 persen.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL