Erzaldi Minta Sertifikasi Durian Super Tembaga Klamunod Disegerakan

Caption: Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. (IST)
Caption: Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Menindaklanjuti pertemuan dengan komunitas petani durian Babel tadi malam, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman kembali lakukan pertemuan dengan komunitas petani durian Babel, Kepala Dinas Pertanian Babel, serta Pejabat UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Babel, Rabu (5/8/2020).

Erzaldi mengatakan, bahwa komoditi durian super tembaga klamunod merupakan salah satu varietas unggulan lokal yang harus dilindungi. Pemberian sertifikat bagi varietas ini akan menjamin standar mutu dan identitasnya menjadi varietas asli dari Bangka Belitung.

“Kita harus melakukan percepatan sertifikasi durian unggul super tembaga klamunod, jangan sampai tidak ada jaminan mutu dan identitas sebagai varietas asli Bangka Belitung. Selain itu, segera kita dukung kelompok-kelompok petani ini karena komoditi ini memiliki peluang untuk ekspor,” ungkapnya.

Erzaldi berharap, masyarakat mengembangkan komoditi ini karena kualitas durian Bangka Belitung tidak kalah dengan durian daerah lain. Selain itu, komoditi ini dapat dijadikan sebagai salah satu agrowisata di Babel.

Oleh karena itu, Erzaldi meminta dinas pertanian untuk melakukan sosialisasi dan pemanfaatan hutan produksi untuk penanaman durian. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi mengatakan bahwa varietas durian unggul lokal Babel yang sudah memperoleh sertifikasi yakni namlung/cumasi dan sudah dilakukan pelepasan sebagai benih bina dengan nama "Namlung Petaling".

“Untuk jenis durian super tembaga klamunod sudah terdaftar dan sedang dalam proses pelepasan peredaran. Kita akan melakukan percepatan agar varietas ini dapat dijamin mutunya. Dengan adanya sertifikasi kemurnian dan mutu, varietas tersebut akan terjamin serta kita menjaga keberlangsungan penyediaan bibit kepada petani,” ungkapnya.

Juaidi menjelaskan bahwa label sertifikasi tidak hanya memberi nilai tambah terhadap kualitas yang dimiliki oleh benih tersebut, akan tetapi dapat memudahkan pemilik benih untuk melakukan kegiatan pemasaran bibit yang dimiliki.

“Di situlah peran pengawas dan sertifikasi mutu benih, selain memberikan jaminan kualitas benih yang unggul juga menghindari penyebaran bibit yang kualitasnya tidak baik. Untuk itu, kami melakukan serangkaian mekanisme yang ketat mulai dari pemeriksaan asal usul bibit tersebut,” ujarnya.

Juaidi menyampaikan beberapa poin terkait pengusulan sertifikasi benih, diantaranya keaslian dan kualitas bibit indukan. Untuk pohon indukan yang penelusurannya belum jelas, pihaknya akan melakukan uji DNA. 

Johan Ridwan Hasan, selaku petani sekaligus pencinta durian mengatakan bahwa kualitas mutu benih varietas tersebut akan meningkatkan kualitas buah durian yang dihasilkan. Untuk itu, beliau berharap pemerintah dapat menyusun dan mensosialisasikan SOP budi daya durian unggul Bangka Belitung sehingga memiliki standar yang sama mulai dari rasa, warna, dan aromanya. (adv/*)



MEDSOS WOWBABEL