Tepung Tapioka dan Sagu Bakal Diekspor ke Jepang

Dwi H Putra    •    Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:40 WIB
Lokal
Caption: Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo ketika meresmikan ekspor cangkang kelapa sawit, tepung tapioka dan tepung sagu di PT BAA, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (8/8/2020). (dwi/wb)
Caption: Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo ketika meresmikan ekspor cangkang kelapa sawit, tepung tapioka dan tepung sagu di PT BAA, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (8/8/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Produk hasil pengolahan singkong dan pohon rumbia menjadi tepung tapioka dan sagu yang diproduksi PT Bangka Asindo Agri (BAA) diharapkan dapat meningkatkan produktifitas ketahanan pangan daerah dan nasional.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo ketika meresmikan ekspor cangkang kelapa sawit, tepung tapioka dan tepung sagu di PT BAA, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (8/8/2020).

"Ini salah satu upaya yang baik dari pemerintah provinsi, daerah dan masyarakat bersama perusahaan dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, khususnya bahan baku dari singkong dan rumbia ini," kata Syahrul Yasin Limpo.

"Kami sangat berterimakasih kepada gubernur, masyarakat dan perusahaan sudah mengembangkan potensi daerah Babel ini," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT BAA, Vidrianto akrab disapa Abo, dengan adanya kegiatan ini dapat memacu petani singkong yang ada di Babel, khususnya di Bangka. Apalagi, ditengah pandemi covid-19 ini, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.

"Ternyata ditengah pandemi ini, singkong masih bisa eksis dalam mendukung perekonomian. Kami harap kedepan petani makin antusias dan kesejahteraannya lebih baik lagi," jelas Abo.

Lanjutnya produksi tepung tapioka dan sagu berbahan baku singkong dan rumbia ini, diharapkan akan terus meningkat dengan target bisa diproduksi sebanyak 5.000 ton perbulan.

"Saat ini, produksi baru 2.000 ton perbulan, kami targetkan tahun 2022 bisa mencapai 5.000 ton perbulannya. Hasil produksi untuk tapioka dan sagu sudah tersebar di pulau Jawa dan Sumatera, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa ekspor ke Jepang, saat ini dalam tahap penjajakan dengan pembelinya," pungkas Abo. (dwi/wb)





MEDSOS WOWBABEL