Kemenag Pangkalpinang Minta Guru Agama Lebih Teliti Sebelum Bagikan Buku

Caption: Cover buku yang terdapat kesalahan penulisan. (hdd/wb)
Caption: Cover buku yang terdapat kesalahan penulisan. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menyayangkan perihal kesalahan penulisan kalimat dalam buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Islam yang beredar di SD Negeri 12 Kota Pangkalpinang.

Pasalnya pada buku LKS Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas II di SD 12 tersebut, ditemukan kalimat keliru menyangkut penulisan nama Nabi Muhammad SAW.

Kalimat kontroversial itu terdapat pada soal nomor 15 dalam pilihan ganda berisi pertanyaan, "B*bi Muhammad SAW menjelaskan bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga'.

"Kami selaku Kemenag Kota Pangkalpinang sangat menyayangkan kesalahan seperti ini, karena ini dampaknya luas," ujar Kemenag Pangkalpinang, Abdul Rohim ketika dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020).

"Terlepas itu salah ketik, kelalaian atau ada unsur kesengajaan dan sebagainya, kita berharap pihak penerbit nanti memberikan klarifikasi terkait persoalan ini," lanjutnya. 

Ia menegaskan, pihaknya telah meminta Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dan juga Pengawas Pendidikan Islam di Kota Pangkalpinang mendatangi sekolah tersebut untuk melihat secara jelas terkait dengan buku pelajaran tersebut.

"Jadi semalam ada orang tua siswa yang buka dan melihat lah ada salah ketik atau apa. Kita juga mengecek buku agama kelas 1 sampai kelas 6, juga jangan-jangan ada salah ketik atau sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, hal ini sangat meresahkan bahkan bisa berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kami dari unsur pembinaan dalam hal ini menyayangkan terkait dengan mungkin salah cetak atau apapun itu yang saat ini sangat berpengaruh dan sangat meresahkan bagi kita semua," katanya.

Ia mewanti-wanti agar hal ini tak terulang kembali. Pihaknya meminta agar para guru agama di sekolah-sekolah dapat melakukan pemeriksaan dengan buku pelajaran sebelum dibagikan ke siswa-siswa.

"Kita imbau kepada guru-guru agama di sekolah untuk pengguna buku LKS atau buku agama Islam, sebelum dibagikan ke siswa-siswa tolong diperiksakan dulu. Per-lembarnya dilihat, jangan sampai ada kesalahan persepsi atau salah seperti itu dan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan polemik di masyarakat. Kita terimakasih juga pihak kejaksaan yang lebih duluan merespon hal ini dan menarik buku-buku itu. Selanjutnya tekait masalah kelalaian sebagainya itu ada pihak berwajib yang menanganinya," tukas Rohim.(hdd/wb).




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL