PT BAS Apresiasi Kemudahan Layanan Ekspor Dari IPC

Tim_Wow    •    Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:07 WIB
Lokal
Pelepasan ekspor cangkang sawit milik PT BAS oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu.(wb)
Pelepasan ekspor cangkang sawit milik PT BAS oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu.(wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kemudahan layanan pengiriman komoditas ekspor di pelabuhan berdampak positif bagi para eksportir di daerah. Adanya jaminan kelancaran pengiriman komoditas ekspor oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memdapat sambutan dari eksportir.

"Jaminan kelancaran pengiriman komoditas ekspor dari pelabuhan ke berbagai negara tujuan oleh IPC berdampak baik dan patut kita apresiasi, khususnya eksportir di daerah seperti Bangka Belitung ini. Dengan adanya kepastian layanan, maka biaya logistik untuk aktivitas ekspor jadi semakin efisien dan terukur," ujar Yudi Irfani, Konsultan PT  Budi Agri Sejahtera (BAS), Kamis (13/8/2020) .

Pernyataan Yudi ini menanggapi  EVP Sekretariat Perusahaan IPC, Ari Santoso yang menjamin kelancaran pengiriman konuditas ekspor darinpelabuhan yang ada di daerah.

"Kami terus melakukan peningkatan layanan untuk memfasilitasi ekspor hasil-hasil pertanian maupun produk perdagangan lain,” kata Ari Santoso, Rabu (12/8)/2020).

Jaminan kelancaran pengiriman komoditas ekspor ini, Ari  mencontohkan ekspor perdana dari Pelabuhan Belinyu  IPC Cabang Pangkalbalam, Bangka Belitung pada awal Agustus lalu, pelabuhan berhasil memfasilitasi ekspor cangkang sawit perdana ke Jepang sebanyak 10.000 ton. Pelepasannya disaksikan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Ari mengatakan, besarnya potensi hasil pertanian yang berorientasi ekspor di banyak daerah perlu dibarengi dengan kualitas layanan kepelabuhanan.

"Oleh karena itu, kami menjamin tersedianya layanan selama 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu, untuk memfasilitasi ekspor dan perdagangan di semua wilayah kerja IPC,” ujar Ari dikutip dari yukdagang.id. 

IPC di Jambi juga memfasilitasi 15 ton kopi varian Arabika Kerinci ke Belgia, Juli lalu. Sebelumnya, kopi-kopi unggulan Jambi diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain. Terobosan ini, lanjut Ari, mampu menghasilkan efisiensi biaya logistik.

Sementara itu, menurut pihak PT BAS yang direncanakan kembali mengekspor 13.000 cangkang sawit ke Jepang pada Oktober nanti dengan pengiriman langsung ke negara tujuan dari  pelabuhan di daerah lebih efisien.

"Terjadi penghematan dari sisi jarak dan waktu tempuh sebelum komoditas ekspor bertolak dari pelabuhan ke negara tujuan. Oleh sebab itu akan  lebih efektif dilakukan," tukas Yudi.

Selain jaminan kelancaran pengiriman barang, kata Yudi , para eksportir di daerah juga berharap infrastruktur dan peralatan bongkar muat di pelabuhan yang siap menjamin kelancaran  bongkar muat barang produk pertanian  akan memberikan nilai tambah bagi produk ekspor tersebut.(wb)




MEDSOS WOWBABEL