Anggota Dewan Pangkalpinang Pertanyakan Lambannya Screnning Covid-19 di DPRD

Caption: Sejumlah anggota DPRD Kota Pangkalpinang melakukan rapid test dan swab di Gedung DPRD. (hdd/wb)
Caption: Sejumlah anggota DPRD Kota Pangkalpinang melakukan rapid test dan swab di Gedung DPRD. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya mempertanyakan lambannya proses screnning baik rapid test maupun swab di Gedung DPRD Pangkalpinang, Jumat (14/8/2020).

Hal ini lantaran adanya seorang ASN di Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu dinyatakan positif Covid-19, namun tindakan tersebut baru dilakukan sekarang oleh Tim Gugus Dinas Kesehatan.

Bangun mengatakan, DPRD Kota Pangkalpinang sejauh ini telah dua kali mengadakan rapat paripurna dan beberapa agenda lainnya. 

"Pada intinya semua anggota dewan itu tidak keberatan diakan rapid test atau swab, cuma yang tidak habis dipikirkan ini (ASN) yang positif kemarin itu terakhir DL tanggal 25, semestinya kalau ada tindakan dari tim gugus atau dinas kesehatan kenapa tidak saat itu juga," kata Bangun.

Menurutnya, ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah berinteraksi dan melaksanakan tugas seperti biasanya.

"Sedangkan yang bersangkutan itu sudah kemana mana dan kita juga sudah dua kali paripurna, kenapa baru hari dari tanggal 25 dan sekarang tanggal 14 baru dilakukan pemeriksaan dan tracking di sini tempat kerjanya," sesalnya.

Ia menyayangkan, tindakan screening ataupun swab tersebut baru dilakukan sekarang di tempat bekerja yang bersangkutan, padahal menurutnya peristiwa ini sudah diketahui cukup lama. 

Menurutnya, pihaknya pihaknya tidak akan keberatan jika waktu itu diminta untuk melakukan rapid test maupun swab.

"Jadi kerja kepala dinas itu apa, kenapa baru sekarang. Jangan nanti masyarakat berpikir anggota dewannya yang menolak. Kami juga bingung hari ini," ungkap Jaya.

Ia pun kembali menyangkan persoalan tersebut lantaran hasil yang bersangkutan telah lama diketahui. Namun, tindakan tersebut baru dilakukan hari.

"Ini sudah berlarut larut dan sudah beberapa hari jaraknya tapi sekarang baru ada tindakan. Jadi kan kasihan yang lain. Ini ada apa sebenarnya. Jangan kita jadikan modus," tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus Hakim ketika dikonfirmasi hal itu menjelaskan, mengacu pada pedoman yang terbaru jika ada yang positif tidak diwajibkan dilakukan rapid atau swab terhadap orang yang kontak dengan yang bersangkutan, kecuali orang tersebut ditemukan gejala.

"Dipedoman yang terakhir jadi tidak diwajibkan. Intinya tadi kita melakukan rapid dan swab itu karena kita ingin melindungi yang bersangkutan dan masyarakat. Itu juga permintaan dari sebagian kawan-kawan yang kita tanggapi," jelas Masagus.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang mengumumkan adanya dua orang warga Pangkalpinang dinyatakan positif Covid-19,  pada 7 Agustus 2020.

Kedua pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan keluar kota, yakni dari Jakarta pada tanggal 24-25 Juli 2020 lalu. 

Dimana salah seorang pasien berinisial ST (44), riwayat rapid tes yang bersangkutan sebelumnya reaktif dan memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta pada 25 juli 2020. (hdd/wb) 




MEDSOS WOWBABEL