KPU Optimis Kualitas Pilkada di Tengah Pandemi Akan Tetap Sama

Hafiz Wow    •    Jumat, 14 Agustus 2020 | 12:03 WIB
Pilkada
Caption: Wow Babel Speak Up, Kamis (13/08/2020) malam. (wb)
Caption: Wow Babel Speak Up, Kamis (13/08/2020) malam. (wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Ketua KPU Provinsi Bangka Belitung, Davitri menyatakan pihaknya optimis mampu menyelenggarakan Pilkada 2020 dengan baik dan aman ditengah pandemi Covid-19.

KPU Babel beserta seluruh stakeholder telah menyiapkan beberapa strategi dalam penyelenggaraan Pilkada 2020, baik segi regulasi maupun proses tahapan-tahapan yang telah dilakukan.

“Sejak adanya Covid-19 yang menjadi bencana nonalam, kita pada Maret 2020 sudah menghentikan tahapan-tahapan Pilkada, kemudian PERPPU itu keluar, makanya 15 Juni kita melanjutkan empat tahapan yang ada, yaitu pemutakhiran data pemilih, verifikasi faktual calon perseorangan, kemudian penonaktifkan PPS dan PPK,” kata Davitri dalam acara Wow Babel Speak Up, Kamis (13/08/2020) malam.

Davitri menjelaskan KPU RI sudah berkoordinasi dengan Komisi II DPR RI pasca dikeluarkannya PERPPU no 2 Tahun 2020, kemudian menghasilkan dua aturan untuk agenda pelaksanaan Pilkada 2020.

Pertama, untuk rentang tahapan agenda pelaksanaan Pilkada dalam PKPU no 5 diatur hari pemungutan dan penghitungan suara jatuh pada tanggal 9 Desember 2020. Kedua, diterbitkannya PKPU no 6 th 2020 yang mengatur seluruh proses tahapan Pilkada 2020 harus menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi semua sudah diatur dan kita optimis jika tahapan-tahapan yang dilakukan sesuai dengan aturan yang sangat jelas. Contohnya hari ini di PKPU itu semua petugas KPU, Bawaslu serta jajaran, PPK, PPS, diminta untuk menggunakan rapid test ketika menjalankan tugas-tugasnya pada tahapan coklit, sehingga tidak ada kekhawatiran ketika melaksanakan tugas-tugas mereka sebagai pembawa virus Covid-19 atau menjadi klaster terbaru pada tahapan pilkada ini,” terang Davitri.

Davitri menegaskan, KPU Provinsi Babel optimis kualitas Pilkada 2020 sama baiknya dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan yang berbeda hanya di beberapa teknis pelaksanaan tahapan.  Namun, secara prinsip Pilkada tidak ada yang berubah. Pihaknya menargetkan untuk pertisipasi pemilih mencapai 77,5 % dengan segenap usaha petugas dilapangan setelah melaksanakan coklit data pemilih.

“Saya rasa kita sepakat, kita tidak bisa membiarkan pandemi hari ini membunuh hak konstitusi kita yaitu demokrasi di NKRI, maka jalan satu-satunya ialah bagaimana kita semua kemudian berdasarkan aturan-aturan yang ada melaksanakan pemilihan serentak di empat Kabupaten di Provinsi Babel, yakni Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur dengan menggunakan hak pilih kita pada 9 Desember 2020, dan tentu bersama-sama kita lakukan edukasi ke semua pihak untuk tidak khawatir, karena kami akan menghadirkan Pilkada yang sehat, Pilkada yang memperdulikan keamanan dan kesehatan seluruhnya, ini komitmen kami,” tegas Davitri.

Anggota Komisi II DPR RI, Bambang Patijaya mengatakan hal senada, untuk Pilkada 2020 dirinya optimis pelaksanan pemilihan tersebut berlangsung dengan baik dan sukses. Pihaknya juga percaya PIlkada 2020 mampu memulihkan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, terlalu dini untu menjustifikasi bahwa Pilkada 2020 tidak biasa dilaksanakan karena terkendala Covid-19. Pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU RI terkait strategi dan aturan-aturan yang ditetapkan agar pelaksanaan ini menjadi usaha bersama.

Kedepan dirinya beranggapan akan ada perubahan-perubahan strategi dengan memanfaatkan teknologi yang ada, dengan data yang telah ia dapatkan dari 47 % daftar pemilih ialah pengguna media sosial dan mendapatkan informasi sosial politik 87% dari televisi, kemudian Koran 15%, dan radio 13%, dari konfigurasi data tersebut bisa dimaksimalkan oleh peserta Pilkada 2020. Artinya dalam proses demokrasi di Indonesia tidak hanya dengan tatap muka.

“KPU tentu sudah memikirkan itu, tentang SOP dan sebagainya, harapan saya dan merupakan tantangan bagi KPU bagaimana meningkatkan partisipasi dari masyarakat didalam Pilkada itu sendiri, karena memang yang kita khawatirkan target tersebut tercapai atau tidak, tapi melihat penjelasan Pak Davitri yang cukup yakin, dan kami mendukung itu. Karena bagaimanapun juga yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemilu ini juga yaitu tingkat partisipasi, maka kami mendukung dan akan mengawal pendanaan, dan saya fikir tidak ada masalah dengan beberapa strategi tidak melakukan refocusing hal-hal yang berkaitan dengan Pilkada sudah tetapkan oleh Kemendagri," tukas Bambang. (fiz/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL