Tatap Muka SMA/SMK Dimulai 24 Agustus, Sekolah Harus Penuhi Enam Syarat Ini.

Hafiz Wow    •    Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:45 WIB
Lokal
Caption: Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh. (fiz/wb)
Caption: Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh. (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel), M. Soleh mengatakan akan membuka kembali proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka untuk jenjang SMA/SMK di Bangka Belitung.

Ia menyampaikan, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, untuk proses pembelajaran akan dibuat relaksasi tidak hanya zona hijau, namun juga zona kuning.

Soleh menyebutkan,  pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, dengan menggunakan SOP Protokol Kesehatan.

"Sebenarnya Bangka Belitung ini zona hijau, walaupun di Kabupaten/Kota ada yang zona kuning, karena dikatakan hijau itu apabila pasien dalam satu Provinsi dibawah seratus. Nah secara umum kita zona hijau, namun untuk proses pembelajaran tatap muka, kita sudah membuat surat edaran ke seluruh SMA/SMK se-Babel, supaya mempersiapkan sekolahnya untuk pelaksanaan tatap muka, paling cepat 24 Agustus 2020, dan selambat-lambatnya pada 31 Agustus 2020," ungkap Soleh saat diwawancarai, Selasa (18/08/2020).

Dalam mengawasi pembelajaran tatap muka, pihaknya melalui tim pengawas akan melakukan pengecekan, serta turun lapangan mengambil sampling sekolah di Kabupaten/Kota untuk melihat enam syarat daftar periksa harus terpenuhi.

Ia menjelaskan, enam syarat yang harus dipenuhi yakni koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan dan Kabupaten/Kota, Rapat dengan Wali Siswa, koordinasi dengan Puskesmas, pihak keamanan, serta sarana prasarana Protokol Kesehatan seperti termogun, ketersedian masker, tempat cuci tangan, dan lainnya. Jika syarat tersebut belum terpenuhi pihaknya belum mengizinkan sekolah untuk melaksanakan proses KBM tatap muka.

"Harapannya sekolah dapat memenuhi persyaratan dan prosedur protokol kesehatan. Kami sangat berhati-hati dalam membuka kembali pembelajaran tatap muka, sehingga pihak sekolah, guru, tenaga pendidikan harus melakukan screening, terus harus menyiapkan segala infrastruktur terkait protokol kesehatan, jangan sampai nanti ada yang mengatakan dengan dibukanya sekolah, nanti sekolahnya jadi klaster Covid-19," terangnya. (fiz/wb)




MEDSOS WOWBABEL