Hubungan dan Relasi Gender yang Seimbang dan Setara Dapat Meminimalisir KDRT

Hafiz Wow    •    Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:36 WIB
Lokal
Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) Luna Febriani. (Hafiz/wowbabel)
Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) Luna Febriani. (Hafiz/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Meningkatnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Bangka Belitung menjadi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah melalui penguatan produk hukum yang melindungi korban KDRT.

Fenomena KDRT ini turut ditanggapi oleh Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) Luna Febriani. Ia menjelaskan kekerasan terhadap perempuan pada masyarakat Indonesia ibarat fenomena gunung es dimana ia terlihat sedikit di permukaan namun ukuran sesungguhnya jauh lebih besar dari yang terlihat. Terlebih jika fenomena kekerasan itu terjadi pada ranah personal, persepsi tentang ketabuan dan aib jika mengumbar atau melaporkan kekerasan yang terjadi pada ranah personal acapkali menjadikan kekerasan terhadap perempuan tidak tereskpose dan tidak terlaporkan.

"Selain itu, persoalan relasi kekuasaan, beban ekonomi serta beban sanksi sosial seperti stigma sosial yang diberikan kepada korban kekerasan dalam ranah personal jika mereka melapor persoalan personal akan menambah deretan panjang mengapa persoalan kekerasan ini sulit untuk diekspos" ungkap Luna saat diwawancarai, Kamis (20/08/2020).

Disampaikan Luna, Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan 2020 mengeluarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ranah personal merupakan ranah yang paling rentan atau beresiko untuk terjadinya kekerasan bagi perempuan. Ranah personal yang dimaksud adalah ranah perkawinan atau dalam rumah tangga dan ranah dalam hubungan personal seperti pacaran. 

Data Komnas Perempuan menunjukkan ranah personal rutin menempati posisi tertinggi dalam kekerasan terhadap perempuan bahkan kekerasan ini memicu untuk terjadinya kekerasan seksual. Untuk tahun 2020 kekerasan dalam ranah personal sebesar 75% atau sebanyak 11.105 kasus, yang dilanjutkan dengan kekerasan terhadap perempuan di ranah komunitas/publik sebesar 24% (3.602 kasus) dan kekerasan di ranah negara sebesar 0.1% (12 kasus).



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL