Disperindag Kota : POM Mini Ilegal !

Pertamini. (net)
Pertamini. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang menyebutkan keberadaan jenis SPBU mini atau Pertamini tidak memiliki izin legalitas alias ilegal.

Hal itu diungkapkan Kepala Disperindag Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, menanggapi maraknya keberadaan pom bensin mini di Kota Pangkalpinang.

"Ya, kalau dari kita ilegal. Karena untuk migas itu telah diatur pada undang-undang nomor 22 tahun 21 tentang migas, penyalurannya disitu ada," jelasnya ketika dikonfirmasi, Jumat (28/8/2020).

Selain tidak ada izinnya, keberadaan penjualan bensin jenis pom mini tersebut juga dinilai berbahaya bagi konsumen.

"Dari segi aspek keamanannya memang ini rawan, karena ada beberapa hal standar yang harus dipenuhi. Kalau dari aspek ekonomi memang membantu sebenarnya untuk penjual, namun tidak untuk keamanan konsumen," ungkap dia.

Disperindag, kata Donal, tidak pernah mengeluarkan izin untuk jenis usaha tersebut. Menurutnya, penyaluran minyak yang dari Pertamina itu adanya di SPBU, lantaran pengecer tidak memiliki izin dari pemerintah kota untuk izin pengecer minyak.

"Kalau pun mereka mengajukan izin itu tidak ada dari kita. Cuma kedepannya kami akan berkoordinasi dengan yang menangani dari ESDM Provinsi bagaimana nanti tindakannya," tukasnya.

"Kami menganggap itu ilegal, meskipun secara ekonomi yang penjualnya itu terbantu. Namun kami tidak menyarankan mereka untuk tetap seperti itu, karena bagaimana pun kita tidak boleh melakukan hal-hal yang ilegal," tukasnya.

Selain itu, Donal mengatakan pihaknya juga tidak melakukan pengujian tera terhadap jenis usaha seperti Pertamini tersebut. Pasalnya, Disperindag hanya melakukan pengujian tera pada SPBU.

"Terkait pertamini ini juga dari kita sendiri tidak melayani mereka untuk tera, karena alat yang digunakan atau pompa pertamini tidak bisa kita tera," jelas dia.

"Kewangan kita di Disperindag pada tera ulang, metrologi nya ada pada kita. Alat mereka itu tidak bisa kita tera, karena tidak standar. Misalnya di pertamini nozzle nya itu kita tera ulang ukurannya," kata Donal. (hdd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL