Enam Pekerja Tambang Liar Terbenam di Lubang Tambang Sarang Ikan

Herdian wow    •    Sabtu, 29 Agustus 2020 | 21:36 WIB
Nasional
Salah satu aktivitas tambang liar di Bangka Belitung.(dok)
Salah satu aktivitas tambang liar di Bangka Belitung.(dok)

LUBUKBESAR, www.wowbabel.com -- Kecelakaan tambang kembali terjadi, kali ini enam orang pekerja tambang tertimbun longsoran tanah di kawasan Hutan Sarang Ikan Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah,Sabtu (29/8/20) siang.

Dari informasi yang didapat peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Tanah di sekitar lobang camui sedalam 12 meter longsor dan menimpa enam orang pekerja tambang beserta satu unit alat berat.

Adapun pekerja yang tertimbun tanah diantaranya Heri (35) warga Lubuk Pabrik, Sugeng (34) warga Lampung, Hery (30) warga Lubuk C2, Yanto (32) warga Lampung Utara, Aldi (26) warga Desa Batu Beriga dan Dedi (28) warga Lubuk Besar.

Sementara itu para pekerja yang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut, yakni Agus (28) warga Lampung Utara, tahun, Ratno (36) warga Lubuk Pabrik, Sulis (26) warga Lubuk Besar dan Gandu (30) warga Sarang Ikan.

Pekerja tambang yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pertolongan. Mereka menggali longsoran dengan enam alat berat untuk mencari para korban.

Hingga petang tiga pekerja tambang berhasil ditemukan namun sudah dalam kondisi tak bernyawa, yakni Heri (35), Sugeng (34) dan Hery (30).

Seorang pengusaha tambang berinisial FR disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang timah yang menelan korban ini.

Hingga berita ini diturunkan Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo membenarkan telah ada tiga jasad yang berhasil dievakuasi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sementara 3 jasad lainnya masih sedang dalam upaya pencarian.

"Informasi awalnya begitu" ucap Slamet singkat dalam sambungan telepon menjawab pertanyaan wartawan Sabtu (29/8/20) malam.

Kejadian ini sendiri menambah daftar panjang kecelakaan tambang yang memakan korban jiwa. Pasalnya belum lama ini, laka tambang timah yang memakan korban jiwa juga terjadi di Desa Tepus Bangka Selatan. Dalam kecelakaan tambang pada pertengahan Mei 2020 tersebut 2 nyawa melayang, namun berhasil dievakuasi sehari pasca kejadian.(her/wb) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE