Bingung Beli Token Listrik Rp100.000 dapat 61 di kWh, Ini Penjelasannya

Tim_Wow    •    Kamis, 03 September 2020 | 14:11 WIB
Lokal
Assistant Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Pandhu Kusumawardana.(ist)
Assistant Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Pandhu Kusumawardana.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Bagi sebagai orang mungkin masih bertanya-tanya, kenapa saat beli token listrik Rp 100.000 hanya dapat 61 saat di kWh. 

Assistant Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Pandhu Kusumawardana menjelaskan, jika apa yang didapat pelanggan pada saat membeli token listrik adalah kWh.

“Karena yang didapat kWh maka satuannya adalah kWh, bukan rupiah. Misalnya kita membeli token seharga Rp 103.500,- dan dikenakan biaya administrasi non-PLN sebesar Rp 3.500,- serta pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar 10 persen. Sehingga nett token yang akan didapat sebesar Rp.90.000," jelas Pandu.

Sedikit catatan, kata Pandu, biaya administrasi ini berbeda-beda tergantung penyedia jasa penjualan token. Sementara itu, besaran PPJ di tiap Kabupaten/Kota juga berbeda. 

“Dari nett token sebesar Rp 90.000 tersebut dibagi dengan harga rupiah per kWh senilai Rp 1.467,28 maka besarnya kWh yang didapat sebanyak 61,33 kWh,” terangnya. 

Lebih dari itu, dengan memertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampak Covid-19, mulai Bulan Oktober hingga Desember 2020, pemerintah menurunkan tariff adjustment untuk golongan rendah yang sebelumnya Rp.1.467,28/kWh manjadi 1.444,70/kWh atau turun 22,5/kWh.(dag/wb)




MEDSOS WOWBABEL