Formap Babel Mampu Hasilkan Satu Ton Kopi Organik/Minggu

Hafiz Wow    •    Rabu, 09 September 2020 | 15:53 WIB
Lokal
Pengurus Formap saat memanen biji kopi milik mereka.(fiz/wb)
Pengurus Formap saat memanen biji kopi milik mereka.(fiz/wb)

SUNGAISELAN, www.wowbabel.com --  Produksi kopi organik di Bangka Belitung (Babel) mencapai satu ton dalam sepekan. Sekitar 70 hektar perkebunan kopi organik yang dikembangkan Forum Masyarakat Petani (Formap) berhasil menghasilkan satu ton kopi dalam satu minggu.

Ketua Formap Bangka Belitung, M Syarif Hidayatullah menjelaskan pihaknya telah memiliki 24 sekretariat se Babel. Setiap sekretariat memiliki sekitar 150 anggota yang berprofesi sebagai petani. Sejak 2008, Formap telah mengembangkan perkebunan kopi sebagai salahsatu komoditi unggulan.

"Saat ini yang panen itu sudah 70 hektar, walaupun gak serempak panennya alhamdulillah petani kita terbantu. Target kedepannya semakin banyak yang panen, karena yang sudah menanam itu ada 300 hektar, yang rencana menanam kita sudah bagikan bibit ada 700 hektar," ungkap Syarif saat diwawancarai, Selasa (08/09/2020).

Dikatakan Syarif, setiap sekretariat Formap memiliki UMKM yang kemudian akan memasarkan produk kopi tersebut.Pihaknya menyebutkan terkait harga jual kopi cukup tinggi, karena permintaan komoditi tersebut sangat banyak. Green Bean dijual seharga Rp 45.000 hingga Rp 50.000 perkilogram, sedangkan untuk Roast Bean dan bubuk kopi senilai Rp 60.000 perkilogram.

“Untuk Roast Bean dan bubuk kita samakan harganya karena bedanya terlalu tipis cuma Rp 2.000, jadi anggaplah sama. Yang terpenting adalah bagaimana anggota Formap mampu menggulirkan ekonomi ini dari anggota untuk anggota. Kemudian produk kita memiliki keunggulan karena mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen menggunakan bahan organik,” ujarnya.

Dalam proses produksi kopi, pihaknya telah memberikan edukasi terhadap petani guna menciptakan kopi dengan kualitas terbaik. Edukasi tersebut dimulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen yang kemudian disortir guna mendapatkan biji yang berkualitas hingga terciptalah kopi geddong. Saat ini kopi geddong telah dipasarkan ke seluruh Bangka Belitung, hingga luar daerah seperti Bali, Jakarta, dan Bandung.

“Sampai Jawa Timur dan Jawa Tengah kita kirimkan kemarin ke teman-teman disana. Mereka menggunakan Green Bean kita, ada juga yang menggunakan Roast Bean, tergantung permintaaan ada yang minta level medium, light, darkroast kita. Nilai ekonomonya lumayan dan kita terus mengembangkan, Alhamdulillah petani yang sudah panen mengatakan untung dalam hasil menanam kopi ini,” bebernya.

Ia menambahkan sangat terbuka jika ada masyarakat yang ingin bergabung dengan Formap. Syarat utamanya yakni memiliki lahan untuk menanam, jikapun tidak memiliki lahan kedepan akan disiapkan lahan bagi masyarakat yang berkeinginan kuat untuk menanam kopi.

“Jika mereka punya niat untuk bertani kita upayakan mereka memiliki lahan, kita terbuka bagi siapa saja yang ingin bertani, intinya adalah ikuti SOP nya.” tukasnya.(fiz/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE