Kompetensi Literasi Digital Masyarakat Indonesia Mulai Berkembang

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 09 September 2020 | 13:40 WIB
Tekno
ilustrasi
ilustrasi

YOGJAKARTA, wowbabel.com - Pengguna media digital di Indonesia masih terjebak sebagai konsumen konten dan informasi yang beredar di dunia maya. Meskipun demikian, kemampuan untuk menggunakan media digital secara kritis mulai tampak terbentuk di berbagai lapisan masyarakat.

Temuan itu merupakan hasil penelitian nasional yang dilakukan Jaringan Pegiat Literasi digital (Japelidi) selama 2019. Penelitian yang dilakukan di 18 kota dan melibatkan total 2.280 responden ini bertujuan memetakan kompetensi literasi digital yang dimiliki masyarakat pengguna Internet di Indonesia.

Koordinator Riset Nasional Japelidi, Ni Made Ras Amanda, mengatakan riset ini merupakan upaya pemetaan sejauh mana kompetensi masyarakat Indonesia dalam bermedia digital. Pemetaan ini, menurutnya, penting karena saat ini penetrasi Internet di Indonesia semakin meningkat dan perangkat digital sudah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat.

“Kemampuan menggunakan perangkat digital semestinya diikuti dengan keterampilan mengelola informasi yang baik. Riset ini bertujuan untuk memetakan keterampilan mana yang sudah dikuasai masyarakat pengguna media digital dan kompetensi mana yang perlu ditingkatkan lebih lanjut,” katanya, Selasa (8/9/2020) di situs ugm.ac.id.

Dalam riset ini, tim Japelidi membagi 10 kompetensi literasi digital ke dalam empat kategori, yaitu keterampilan untuk mengonsumsi informasi secara fungsional, keterampilan mengonsumsi secara kritis, keterampilan prosuming (produksi) fungsional dan keterampilan prosuming kritis. Berdasarkan data yang didapat, nilai tertinggi berada pada keterampilan mengonsumsi secara fungsional. Hal ini berarti sebagian besar masyarakat baru menggunakan media digital sebatas untuk mencari informasi. Sementara skor terendah ada pada keterampilan produksi yang melibatkan keterampilan berpikir kritis.

“Meskipun lebih rendah, tetapi temuan kami menunjukkan ada sebagian masyarakat yang sudah mampu berpikir kritis baik saat mengonsumsi informasi maupun memproduksi informasi. Yang menarik meskipun keterampilan kritis cenderung ada pada responden dengan tingkat pendidikan tinggi, namun ada sebagian responden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah yang juga memiliki kompetensi kritis yang baik,” papar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Udayana Denpasar ini.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL