Tertimbun Longsoran Tanah, Nyawa Seorang Penambang Tak Dapat Diselamatkan

Herdian wow    •    Kamis, 10 September 2020 | 15:04 WIB
Lokal
Warga berjibaku melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan tambang di Desa Celuak, Kecamatan Simpangkatis. (Ist)
Warga berjibaku melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan tambang di Desa Celuak, Kecamatan Simpangkatis. (Ist)

SIMPANGKATIS, www.wowbabel.com - Aktivitas tambang liar kembali memakan korban, dimana sebelumnya laka tambang terjadi di Kecamatan Koba dengan satu orang warga Desa Guntung meninggal dan Kecamatan Lubukbesar yang menewaskan enam orang sekaligus. Kali ini terjadi di Desa Celuak Kecamatan Simpangkatis yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Sekdes Pinang Sebatang, Yudi,  ketika dihubungi mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Selasa, (8/9/2020) sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Celuak Kecamatan Simpangkatis.

"Saat kejadian ML (45), YD (28), KL (18) sedang melakukan aktivitas menambang dibawah lubang camui untuk mencari pasir timah, namun ketika sedang asyik bekerja tiba-tiba tanah longsor yang menimpa ketiganya," tutur Yudi, Kamis (10/9/2020)

Dilanjutkannya beberapa warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dengan menggunakan alat seadanya dan beberapa orang lainnya meminta bantuan kepada warga sekitar.

"Jarak antara lokasi tambang dengan perkampungan warga tidak jauh jadi saat melakukan pertolongan dibantu oleh masyarakat sekitar dan upaya warga berhasil YD (28) dan KL (18) hanya mengalami luka ringan namun naas ML (45) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri," terangnya

Selanjutnya warga berinisiatif membawa ML (45) ke Rumah Sakit Bhakti Wara namun nyawa ML tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Evakuasi korban dilakukan oleh warga dengan rentang waktu 30 menit dan menggunakan alat seadanya," ujarnya.

Camat Simpang Katis, Roy Harris membenarkan kejadian tersebut dimana ketiga korban merupakan warga Desa Pinang Sebatang.

"Memang benar telah terjadi laka tambang di Desa Celuak dimana satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka dan korban yang meninggal dunia sudah dikebumikan pada kemarin Rabu, (9/9/2020)," ujarnya

Roy berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi di wilayahnya dan meminta masyarakat untuk menjauhi pekerjaan yang berisiko tinggi.

"Mari kita beralih dari tambang ke sektor pertanian, perikanan dan perkebunan karena Pemkab Bateng sudah memberikan ruang dan bantuan kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan mulailah menghindari pekerjaan yang memiliki risiko tinggi," tukasnya. (her/wb)




MEDSOS WOWBABEL