Dampak Covid-19, Pemkot Pangkalpinang Alami Defisit Rp 145 M

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen, menyampaikan  Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun 2020, Senin (14/9/2020) di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pangkalpinang.

Penyampaian nota keuangan dan Raperda tersebut, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan PPAS Perubahan APBD TA 2020 yang disepakati pada 31 Agustus lalu.

Dalam APBD-P tahun ini, pendapatan daerah diestimasi sebesar Rp 829 miliar lebih dari anggaran semula sebesar Rp760 miliar lebih, terjadi peningkatan sebesar Rp 69 miliar lebih.

Pendapatan asli daerah berubah menjadi Rp 133 miliar lebih dari anggaran semula sebesar Rp 158 miliar lebih, berkurang sebesar Rp 24 miliar lebih.

Belanja daerah dialokasikan sebesar Rp975 miliar lebih dari anggaran sebelumnya sebesar Rp 871 miliar lebih, bertambah sebesar Rp 104 miliar lebih.

Belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung (BTL) dialokasikan sebesar Rp 411 miliar lebih dari anggaran semula sebesar Rp 384 miliar lebih. Untuk belanja langsung (BL) berubah menjadi Rp 564 miliar lebih dari anggaran sebelumnya sebesar Rp 486 miliar lebih.

Pembiayaan daerah, pada penerimaan daerah, berubah menjadi Rp 139 miliar lebih dari estimasi sebelumnya sebesar Rp 110 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp 29 miliar lebih.

Sedangkan untuk pembiayaan pengeluaran daerah sebesar Rp 1 miliar, sehingga pembiayaan neto sebesar Rp 138 miliar lebih bertambah sebesar Rp 28 miliar lebih dari sebelumnya sebesar Rp 110 miliar lebih.

Defisit anggaran berubah menjadi sebesar Rp 145 miliar lebih atau meningkat sebesar Rp 35 miliar lebih dari defisit anggaran semula sebesar Rp 110 miliar lebih.

Saat dikonfirmasi, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap keuangan dan hampir secara nasional mengalami defisit anggaran.

"Secara nasional bukan hanya Pangkalpinang pasti mengalami defisit anggaran, mengalami perubahan yang sangat signifikan, karena secara nasional anggaran kita menurun semua, di refocusing khusus untuk penanganan Covid-19 kemarin," tukasnya.(hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL