PHRI : PSBB Jakarta Berpotensi Turunkan Okupansi Hotel

Tim_Wow    •    Senin, 14 September 2020 | 10:26 WIB
Travel
Hotel Santika bangka. (Ist)
Hotel Santika bangka. (Ist)

JAKARTA, wowbabel.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan, penerapan PSBB DKI Jakarta yang diberlakukan mulai Senin (14/920) berpotensi semakin menurunkan tingkat okupansi hotel.

Wakil Ketua Umum PHRI, Maulana Yusran mengungkapkan, dalam PSBB dengan Pengetatan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 tidak mengizinkan fasilitas ruang konferensi, ruang rapat, hingga restoran beroperasi, hotel hanya bertumpu dari pendapatan kamar hotel.

"Bagi hotel di DKI Jakarta tentu ini sangat berpengaruh secara signifikan, karena secara umum okupansi kamar hotel di PSBB transisi saja, demand kamar masih rendah, yaitu hanya berkisar 20% sampai 25% dengan kamar yang tidak semuanya dibuka," jelasnya seperti dikutip dari Kontan, Minggu (13/9/2020).

Diungkapkannya, kebijakan PSBB dengan pengetatan besok juga berpotensi besar menutup hotel yang sudah berokupansi kecil, sebab strategi itu bisa memperkecil pengeluaran biaya operasional hotel.

Hotel selama ini terbantu oleh adanya fasilitas ruang ballroom untuk meeting, pernikahan, konferensi dan lain-lain sehingga tidak hanya dari pendapatan kamar hotel.

Maulana berharap PSBB dengan pengetatan, tidak mempengaruhi pergerakan masyarakat di luar DKI Jakarta dengan tidak diberlakukannya Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagaimana yang terjadi pada masa PSBB periode April sampai Juni 2020.

"Karena ini DKI Jakarta, maka saat itu efeknya bisa merambah ke nasional bahkan berpengaruh juga ke pergerakan di bandara. Untuk PSBB besok, SIKM tidak diberlakukan semoga tidak berdampak ke provinsi lain," ujarnya. (*)



Tags :
TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL