DPPPAKB Pangkalpinang Siap Dampingi Korban KDRT

Kepala  DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Etty Fahriaty.(hen/wb)
Kepala DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Etty Fahriaty.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang akan melakukan pendampingan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi pada anak dan kaum perempuan hingga tuntas.

Hal itu diungkapkan Kepala  DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Etty Fahriaty, ketika menanggapinya persoalan KDRT pada anak dan perempuan di Kota Pangkalpinang. 

"Kami di dinas ini andaikan ada laporan yang masuk telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga, maka kami paling tidak dapat memediasi atau mendampingi sampai sejauh mana kasus ini berlanjut," tukasnya, Selasa (15/9/2020).

Adapun menurutnya, jika kasus tersebut mengarah pada ranah tindak pidana dan korban tetap ingin melanjutkannya, maka kasus tersebut akan dilanjutkan kepada pihak yang berwajib dengan pendampingan pihaknya.

"Sampai dengan masalah tersebut tuntas. Jika salah satu terlapor tetap ingin melanjutkan, ya kita terus mendampingi sampai ke pengadilan atau tuntas. Apapun hasilnya kita sudah usahakan dulu untuk memediasi, jika tidak, maka akan tetap kita lakukan pendampingan," ujarnya.

Etty pun menuturkan penyebab terjadinya KDRT beragam, apalagi ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini maraknya terjadi perceraian.

"Apalagi saat ini lebih maraknya terjadi perceraian karena kondisi saat ini banyaknya pengangguran, para pekerja yang terimbas Covid-19 sehingga tidak punya pekerjaan tetap lagi dan penghasilan berkurang lalu emosional sehingga terjadilah kekerasan dalam rumah tangga," ungkapnya.

Sejauh ini kasus yang masuk itu ada pelecehan dan kekerasan, jumlah keseluruhannya PPA dan Polresta dari Januari hingga September ada sebanyak 32 kasus kekerasan anak dan perempuan, ada yang KDRT

Adapun kata Etty, setiap persoalan pada rumah tangga diharapkan tidak berujung pada kekerasan. Hal itu lantaran semua permasalahan dapat diselesaikan dengan secara damai dengan saling memahami satu sama lain.

"Jangan sampai ada kekerasan, semuanya dapat diselesaikan secara damai sebenarnya," tukasnya.

"Tetapi untuk menuju mereka agar damai itu luar bisa langkah-langkah yang harus kita lakukan, tidak hanya memediasi saja, tetapi menyadarkan salah satu yang dilaporkan atau terlapor agar mereka betul-betul memiliki kasih sayang dan harus saling memahami sifat masing-masing," tukas Etty.(hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL