Hakim: Tak Sembarangan Orang Bisa Isolasi Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus Hakim.(hen/wb)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus Hakim.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dalam beberapa kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang belakangan terakhir, pasien diketahui melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumah.

Karantina mandiri tersebut hanya dilakukan dengan pengawasan petugas medis puskesmas setempat. Namun, apakah kebijakan tersebut tidak terjadi penularan atau klaster perumahan?

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Masagus Hakim, menjelaskan, dalam peraturan pedoman revisi nomor lima bahwa orang-orang dengan gejala ringan atau tanpa gejala itu dapat melakukan isolasi mandiri. 

Dengan adanya pedoman tersebut, Wisma Karantina LPMP Pangkalpinang yang dibentuk oleh pemerintah kota kini tidak lagi digunakan.

 "Kedua, selama kita buka LPMP tingkat hunian LPMP tersebut juga memang hanya 20 persen. Sehingga lebih baik kita memaksimalkan dan mengoptimalkan wisma karantina provinsi," ungkap Hakim. 

Sementara itu, ketika disinggung apakah tidak dikhawatirkan terjadi penularan atau klaster perumahan di lingkungan tersebut, kata Hakim, tidak semua pasien dapat melakukan isolasi mandiri lantaran harus memenuhi aturan yang ada.

Ia juga menyebutkan, penanganan pasien Covid-19 tidak dikenakan biaya. Hal tersebut lantaran telah dijamin oleh pemerintah.

"Kita juga bukan sembarangan orang bisa isolasi mandiri. Isolasi mandiri juga dengan ada persyaratan, seperti yang bersangkutan men-tandatangani surat pernyataan jika tidak memenuhi aturan maka akan dijemput paksa," tuturnya. 

"Selain itu juga kita melihat lokasi dan situasi keadaan rumah, jadi tidak serta merta langsung isolasi mandiri. Tidak bisa, kita harus lihat kondisinya," imbuh Hakim.

Sedangkan untuk fase penyembuhan para pasien yang menjalani isolasi mandiri, dijelaskannya, orang dengan tanpa gejala pada hari pertama hingga hari kesepuluh juga tanpa gejala, dipastikan akan kearah sembuh.

"Selama ini diberikan multivitamin, kecuali pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gejala berat itu baru masuk obat-obatan. Untuk ruang ICU di RS kurang tahu detailnya, rasanya ada 16 ruangan, bisa konfirmasi Direktur RSUD," tukasnya.(hen/wb) 



MEDSOS WOWBABEL