Kasus Covid-19 di Babel Melonjak, Ini Penyebabnya

Hafiz Wow    •    Rabu, 16 September 2020 | 16:04 WIB
Nasional
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung, Aswin.(fiz/wb)
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung, Aswin.(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Kenaikan kasus positif Covid-19 dalam sepekan masih dalam tahap normal. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung, Aswin menyampaikan hingga saat ini kasus positif Covid-19 masih terkendali.

Peningkatan kasus terpapar Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh impor dari luar daerah Babel. Berbagai macam keperluan untuk bepergian ke luar daerah, seperti bisnis, pekerjaan dinas, hingga kunjungan pribadi.

"Sampai data kemarin secara nasional kita nomor tiga dari bawah setelah NTT dan Sulawesi Tengah, kasus yang terpapar banyak itu karena kasus impor ada yang perjalanan dinas, ada juga yang kegiatan bisnis kalau untuk lajunya memang kemarin itu kemarin sempet ada yang sebelas, kemudian tujuh, kemudian delapan, ada empat persoalan kita kan sekarang tidak bisa menutup akses udara maupun laut, karena kita kepulauan," ungkap Aswin, Selasa (15/09/2020).

Aswin menuturkan yang bisa pihaknya lakukan saat ini berupaya memutuskan penyebaran lokal. Karena tidak memungkinkan untuk menutup jalur penerbangan karena kondisi sekarang sudah adaptasi kebiasaan baru, kemudian hingga hari ini penyebaran kasus Covid-19 masih dalam tahap normal.

"Data hingga tanggal 6 kemarin, kita yang risiko penyebaran Covid sedang itu hanya di Kabupaten Bangka, kalau di Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Belitung Timur itu hijau dalam pengertian tidak ada penambahan kasus selama 14 hari ke belakang, yang lainnya rendah masih dapat kita kontrol laju kenaikan paparan itu," tutur Aswin.

Disebutkan Aswin, jika ada yang terpapar kasus lokal secepatnya dilakukan tracking kontak erat pasien positif Covid-19. Jika ada gejala terpapar akan dilakukan tes Swab, Rapid, dan kemudian dilakukan isolasi.

"Seperti kita kan ada kesadaran sendiri begitu tau yang di klaster BPKP, terpapar langsung satu tim atau tujuh orang,  kita isolasi di rumah masing-masing dan hari ini mereka tes swab kedua. Jadi tim mereka itu ada 11, mereka ikut penyemprotan disinfektan di BPKP pada waktu itu," katanya.

Terkait salah satu pegawai Bappeda yang terpapar Covid-19, pihaknya belum menemukan kasus positif baru, kecuali satu pegawai tersebut. Hingga saat ini balum ada laporan, masih menunggu hasil lab dari tes tersebut.

"Sama dengan Pak Mikron sampai hari ini, dari beliau belum memapar ke siapapun. Yang jelas baik yang keluar daerah maupun tidak keluar daerah, namanya protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat," sebut Aswin.

Aswin menambahkan virus yang tidak terlihat tapi ada ini, tetap harus diwaspadai. Setiap orang harus memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL