Cegah Klater Perkantoran Meluas, Hakim Ingatkan Pegawai Patuhi 3 M

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus Hakim.(hen/wb)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus Hakim.(hen/wb)

PANGKALPINANG,ww.wowbabel.com --  Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus Hakim mengimbau agar para pekerja perkantoran mematuhi aturan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan.

Selain menjaga perilaku hidup sehat dan bersih, para pekerja perkantoran juga diimbau selalu menjaga sirkulasi udara ruangan.

"Muncul klaster perkantoran, kita imbau kepada teman-teman yang bekerja di kantor mematuhi aturan 3M, dan juga menjaga perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Menurut Hakim, kini kebanyakan para pekerja perkantoran ketika sudah berada di dalam ruangan tidak lagi menggunakan masker dan membiarkan ruangannya tertutup rapat.

"Dengan ruangan tertutup dan pakai AC, itu virus cepat menularnya. Jadi, itulah imbauan untuk berprilaku hidup bersih dan sehat salah satunya menjaga sirkulasi udara. Selain itu tetap rajin mencuci tangan," tukasnya.

Hakim mengilustrasikan tingkat penyebaran antara orang yang menggunakan masker dan tidak, dimana dapat mencegah tingkat penularan Covid-19 hingga beberapa persen.

"Saya pakai masker, kamu tidak pakai masker itu berapa persen. Kalau sama-sama menggunakan masker berapa persen," ungkapnya.

Untuk kasus pasien sembuh dan kembali dinyatakan positif di Kota Pangkalpinang, yakni seorang tenaga medis dan ASN di Sekretariat DPRD, Ia menyakini bahwa kasus tersebut kembali terpapar dari orang lain.

"Kasus pasien yang kemarin itu terpapar lagi, bukan kasus yang lama. Jika dia di hari kesebelas itu dia periksa lagi positif, berarti dia tertular lagi dari orang lain. Bukannya di tubuhnya masih ada itu, tidak. Tanpa gejala selama sepuluh hari itu dinyatakan sembuh total," ujarnya.

Sedangkan soal adanya pasien positif menjalani isolasi mandiri di rumah, kata dia, dalam peraturan pedoman revisi 5 bahwa orang-orang dengan gejala ringan atau tanpa gejala itu dapat melakukan isolasi mandiri. 

Dengan adanya pedoman tersebut, Wisma Karantina LPMP Pangkalpinang yang dibentuk oleh pemerintah kota kini tidak lagi digunakan.

"Kedua, selama kita buka LPMP tingkat hunian LPMP tersebut juga memang hanya 20 persen. Sehingga lebih baik kita memaksimalkan dan mengoptimalkan wisma karantina provinsi," tukasnya.(hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL