Markus Tak Mau Semua Perjuangan Dibawah ke Ranah Politik

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 19 September 2020 | 14:27 WIB
Pilkada
Bupati Bangka Barat, Markus saat mengunjungi para nelayan di Tanjung Ular Muntok.(rul/wb)
Bupati Bangka Barat, Markus saat mengunjungi para nelayan di Tanjung Ular Muntok.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kelompok Koperasi Nelayan Tanjung Ular Muntok Kabupaten Bangka Barat mengundang Bupati Bangka Barat dan Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat dalam rangka silahturahmi di Pelabuhan Nelayan Tanjung Ular Muntok, Sabtu (19/09/2020).

Acara silahturahmi tersebut dihadiri Herzon selaku Asisten III Administrasi dan Umum, Kepala Desa Air Putih, Plt Dinas Kelautan Perikanan (DKP), dan para kelompok nelayan Tanjung Ular Muntok.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan secara aturan perundang-undangan tempat tambatan perahu sudah kewenangan Provinsi Bangka Belitung.

"Tapi kami akan berusaha, nanti pak Kamso kami akan ajukan pinjam pakai ke gubernur, pak Kamso nanti segera ya nanti saya tandatangani," kata Markus.

Markus menjelaskan sebelum pelabuhan nelayan tersebut akan dibangun, namun lantaran masuk dalam hutan lindung pandai, sehingga harus ada pinjam pakai dari Gubernur Bangka Belitung dan diharapkan bisa segera direalisasikan.

"Hal seperti ini jangan kita bawa-bawa ke politik ya kan, jangan sampai nanti anggapannya Pak Markus yang mengusulkan ini demi kemanusiaan nelayan," tutur Markus.

"Kadang saya berpikir kalau orang ini, dia jadi pejabat apa-apa mau dibawa ke politik maka saya katakan kita ini harus punya hati yang ikhlas," imbuh Markus.

Markus mengaku baru menjadi sebagai bupati selama satu tahun setengah, dan mengungkapkan tidak semua hal dibawa ke ranah politik.

"Saya selalu kemana-mana, saya turun ke Tanjung Niur, kemana-mana, kemarin nelayan Air Nyatoh saya bilang kalau kalian mau bawa-bawa ke politik, saya bilang Pak Bupati tidak mau,” kata Markus.

Ditegaskan Markus, jika inging benar-benar berjuang untuk masyarakat maka tidak boleh menimbulkan perpecahan.

"Kalau kalian mau itu ya kita sama-sama kita berjuang. Tapi syukurlah Alhamdulillah nelayan pun tidak ada ngundang-undang orang politik, kalau saya kapasitas masih sebagai bupati sampai sekarang, saya masih menjadi bupati definitif," kata Markus.

Menurutnya merupakan suatu kewajaran ketika dirinya sebagai bupati memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat.

"Saya selaku bupati kalau berjuang untuk masyarakat tidak mau dikit-dikit dipolitisir, kita tidak mau,” tukasnya.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL