Di Tengah Pandemi Covid-19, Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Masuk ke Bangka

Dwi H Putra    •    Kamis, 24 September 2020 | 14:49 WIB
Lokal
Rokok ilegal yang berhasil diamankan Bea Cukai Pangkalpinang.(dwi/wb)
Rokok ilegal yang berhasil diamankan Bea Cukai Pangkalpinang.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Pandemi Covid-19 ternyata menjadi celah beberapa oknum untuk melancarkan aksi ilegal, guna mendapatkan keuntungan yang besar dalam usahanya.

Seperti yang dilakukan agen rokok ilegal, yang diamankan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) TMP C Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terhitung Januari hingga September 2020 sebanyak 400.940 ribu batang rokok dengan nilai sebesar Rp 408.958.500 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 182.427.700, dari salah seorang agen pengedar rokok ilegal. 

"Dan terakhir di bulan September ini, berhasil diamankan sebanyak 288 ribu batang rokok ilegal siap dipasarkan di Pulau Bangka berhasil diamankan, dengan tersangka S, diperkirakan nilai barang sebanyak Rp 293.760.000," kata Kepala KPPBC TMP C Pangkalpinang, Yetty Yulianti di Pangkalpinang, Kamis (24/9/2020). 

"Jika rokok ini berhasil diedarkan tersangka, maka kerugian yang dialami negara sebesar Rp 131.040.000," paparnya. 

Dijelaskannya, barang ilegal tersebut berhasil diamankan Bea Cukai Pangkalpinang dalam hal ini Tim Penindakan dan Penyidikan di lokasi Lestari Express, Jl Baru No 1, Seradang Batu Rusa Kabupaten Bangka, berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos) dengan merk SMD merah dan L4 Bold, pada tanggal 17 September 2020.

"Pandemi bukan menjadi alasan kami untuk lengah dalam mengamankan hak-hak negara," jelas Yetty. 

"Bea Cukai Pangkalpinang senantiasa siap menjaga Pulau Bangka yang kerap kali rawan menjadi jalur lalu lintas perdagangan barang-barang ilegal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," terangnya. 

Yetty menambahkan rokok ilegal memiliki tiga ciri khusus  yakni pertama memiliki cukai tapi tidak memiliki kode perusahaan, lalu memiliki cukai namun transparan tanpa ada logo skolet warna warni dan ketiga tanpa cukai atau polos. 

"Masyarakat memang tentunya mencari harga yang murah, namun berimbas pada kerugian negara. Maka dari itu, kami mengimbau jika memang mengetahui ada peredaran rokok ilegal bisa melaporkan hal tersebut ke Bea Cukai agar bisa ditindak lanjuti," pungkasnya.(dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL