Batasi Jumlah Undangan, KPU Mohon Maaf

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 25 September 2020 | 09:12 WIB
Pilkada
Ketua Bawaslu dan Ketua DPRD Beltim saat menadtangani Deklarasi damai. (fauzi akbar/db)
Ketua Bawaslu dan Ketua DPRD Beltim saat menadtangani Deklarasi damai. (fauzi akbar/db)

MANGGAR, wowbabel.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur Rizal menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan terkait pembatasan akses masuk ke dalam gedung Auditorium Zahari MZ, saat peliputan Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim, Kamis (24/9/2020).

Permintaan maaf ini menganggapi keluhan dan ketersinggungan dari rekan-rekan wartawan yang menganggap KPU Beltim tidak menghormati tugas mereka untuk meliput kegiatan Akbar tersebut.

Protokol kesehatan COVID 19 dan pengawasan yang ketat membuat KPU Beltim membatasi akses masuk undangan dan wartawan. Hanya 8 awak media lokal yang diberikan akses untuk meliput ke dalam Auditorium.   

“Kami atas nama KPU Beltim meminta maaf kepada awak media karena pembatasan yang kami lakukan, baik untuk undangan maupun kawan-kawan wartawan,” kata Rizal.

Rizal menyatakan pada rencana awal, KPU Beltim sudah menyiapkan akses masuk untuk 15 orang wartawan. Namun saat koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polres Beltim jumlah undangan peserta dan awak media yang akan masuk ke dalam gedung harus dibatasi.

“Terkait ketersinggungan kawan-kawan media kami sekali lagi mohon maaf. Karena ini adalah protocol kesehatan yang wajib kami laksanakan,” ujar Rizal.

Hal sama juga ditekankan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Beltim Wahyu Evan Yudistira mengenai adanya pembatasan jumlah peserta dalam kegiatan Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (Per-KPU) Nomor 12 Tahun 2020 yang baru terbit pada 24 September 2020 dini hari.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL