Kementerian LHK Bakal Tanam Mangrove 500 Hektar di Bangka Belitung

Para ibu rumah tangga dilibatkan dalam pembibitan mangrove.(ist)
Para ibu rumah tangga dilibatkan dalam pembibitan mangrove.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan melaksanakan program  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan sistem kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove seluas 15.000 ha yang tersebar 34 provinsi.

Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan luasan habitat mangrove, pemenuhan lapangan pekerjaan, dan peningkatan daya beli masyarakat di sekitar pesisir pantai.

Salah satu Provinsi yang melaksanakan Kegiatan padat karya penanaman mangrove, yaitu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi wilayah kerja UPT Kementerian LHK yaitiu BPDASHL Baturusa Cerucuk yang mendapat alokasi kegiatan seluas 500 ha.

"Kegiatan padat karya penanaman mangrove di Kepulauan Bangka Belitung tersebar di 37 lokasi atau  kelompok tani yang terbagi sebanyak 14 kelompok tani di Pulau Bangka dan 23 Kelompok tani di Pulau Belitung,” ungkap Kepala BPDASHL Baturusa Cerucuk, Ir Tekstiyanto MP dalam rilisnya, Senin (28/9/2020).

Ditambahkan  Tekstiyanto dengan jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 822 orang dan hasil perhitungan kebutuhan tenaga dalam rancangan teknis kegiatan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 33.500 HOK (67 HOK/ha).

Lebih lanjut dijelaskan Tekstiyanto salah satu lokasi berada di wilayah Kabupaten Belitung Timur sudah berlangsung. Mereka yang dilibatkan tidak hanya laki-laki saja, namun sejumlah ibu rumah tangga.

Sementara kaum lelaki terlibat dalam pemasangan kayu ajir dan larikan. Disebabkan air laut kering malam, hingga pemasangan ajir dan kayu larikan dilakukan pada malam hari.

Menurut Tekstiyanto, kondisi ini sedikit mempersulit dalam melaksanakan kegiatan, bahkan memiliki risiko dengan satwa malam hari dan tentunya kondisi angin laut, namun hal ini menyurutkan semangat peserta kegiatan penanaman mangrove tersebut.

“Karena masyarakat pesisir pantai sangat memahami manfaat keberadaan habitat mangrove terutama ketersediaan produksi kepiting mangrove, ikan, cumi serta dan kerang yang selama ini dijadikan pendapatan dan penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita jaga habitat mangrove yang ada dan melakukan penanaman secara kontinyu, agar keseimbangan alam dan kehidupan satwa laut tetap berlangsung untuk generasi yang akan datang,” tukasnya.(rel/*)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL