Tiga Opsi untuk Pilkada Bangka Tengah Pasca Meninggalnya Incumbent

Tim_Wow    •    Minggu, 04 Oktober 2020 | 13:00 WIB
Pilkada
Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Berita duka datang dari Bangka Tengah. Salah seorang putra terbaiknya yakni Ibnu Saleh meninggal dunia pukul 03.10 WIB  menjelang subuh.

Lalu bagaimana kelanjutan suksesi politik di Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember ini. 

Menurut Dosen Ilmu Politik sekaligus Peneliti Demokrasi dan Pemilu yakni Ranto mengatakan dengan meninggalnya atau berhalangan tetap calon kandidat tidak membuat proses pilkada dihentikan . 

"Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 tahun 2017 tentang Pilkada menyatakan bahwa jika ada calon yang meninggal bisa digantikan," kata Ranto, Minggu (4/10/2020). 

Bahkan Ranto menegaskan mekanisne pergantian calon jelas terbaca di Pasal 78 ayat (1). Dalam pasal tersebut, partai politik pengusung bisa melakukan pergantian calon yang meninggal tadi.

Menurut Ranto, untuk Bangka Tengah ada tiga opsi yang bisa dilakukan. Pertama, partai koalisi bisa mencari pengganti calon bupati yang meninggal dengan calon wakilnya tetap orang yang sama. 

Kedua, calon wakil bupati Herry Erfian bisa dinaikkan statusnya sebagai calon bupati. Kemudian, partai pendukung selanjutnya mencari calon wakil bupatinya. 

Ke tiga, partai pendukung bisa menarik kembali dukungan yang telah diberikan alias tidak mencalonkan siapapun. Bahkan, Herry Erfian juga bisa mengundurkan diri dari pencalonannya jika skema terakhir ini dianggap sebagai pilihan terbaik.-

"Jika opsi yang terakhir ini terjadi maka pasangan Berdikari akan melawan kotak kosong di Pilkada 2020 nanti. Tentu saja kita menginginkan yang terbaik untuk masyarakat Bangka Tengah," tukas Ranto.(wb) 




MEDSOS WOWBABEL