Audiensi Persoalan Pertanian, Ini Tuntutan Mahasiswa UBB

Hafiz Wow    •    Senin, 05 Oktober 2020 | 19:26 WIB
Lokal
Presiden Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Andrew melakukan audiensi untuk meminta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan upaya serius dalam menangani persoalan agraria dan pertanian. (fiz/wb)
Presiden Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Andrew melakukan audiensi untuk meminta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan upaya serius dalam menangani persoalan agraria dan pertanian. (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Presiden Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Andrew melakukan audiensi untuk meminta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan upaya serius dalam menangani persoalan agraria dan pertanian.

Bertempat di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Andrew mengatakan ketimpangan dalam hal penguasaan sumber daya alam di Bangka Belitung menyebabkan ketidakadilan dalam berbagai sektor agraria.

"Kami di sini hadir untuk mengingatkan pemerintah provinsi untuk bergerak bersama masyarakat. Saat ini yang terpenting dalam kebijakan adalah turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi. Kebijakan yang lahir secara organik akan lebih adaptif dalam pembangunan di desa. Jangan sampai lahir dulu kebijakan baru disosialisasikan ke masyarakat dan itu yang biasanya menyebabkan konflik, karena tidak sesuai dengan keinginan masyarakat," ungkap Andrew saat diwawancarai, Senin (5/10/2020).

Disampaikan Andrew, permasalahan yang cukup kompleks bahkan sudah beberapa tahun belakangan terjadi di Bangka Belitung, seperti harga komoditi, Hutan Tanam Industri (HTI), Hak Guna Usaha (HGU) dan berbagai persoalan lain yang menyangkut lahan dan pertanian. Alih-alih semakin membaik permasalahan justru semakin kompleks. 

Berikut tuntutan mahasiswa Universitas Bangka Belitung, yakni :

1. Menuntut Pemerintah Pusat (KLHK), Gubernur dan DPRD Provinsi Bangka Belitung untuk segera menindaklanjuti, melaksanakan dan melakukan pengawalan secara penuh terhadap tuntutan aksi hari tani 2019, diantaranya 

1. 1. Cabut izin konsesi HTI PT BRS di Bangka Barat, kembalikan wilayah kelola rakyat dengan izin perhutanan sosial dalam skema hutan desa.

1. 2. Cabut izin HGU Industri kelapa sawit sekala besar yang mengekspansi wilayah kelola rakyat dan menimbulkan kerusakan ekologis.

1. 3. Laksanakan upaya dalam menghentikan monopoli dagang dan produksi komoditas petani di Bangka Belitung.

2. Melakukan penegasan, peninjauan dan evaluasi terhadap RTRW di masing-masing kabupaten dalam peruntukan pemanfaatan lahan dan kawasan hutan di Bangka Belitung.

3. Meninjau kembali dan mencabut izin terhadap HGU/IUP yang lahan produksinya sudah tidak lagi mumpuni untuk menghindari bencana dan kerusakan ekologis skala besar di Babel dikemudian hari.

4. Mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memperbaiki harga komoditas pertanian dengan melakukan pengawalan kebijakan mulai dari pembibitan, pengelolaan dan pendampingan terhadap para petani di Bangka Belitung.

5. Menutut Pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Babel agar tercapainya kedaulatan agraria dan reforma agraria sejati.(fiz/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL