Tak Kantongi Izin, Camat Muntok Urung Tertibkan Tambang Ilegal di DAS Kampung Ulu

Caption:  Camat Bangka Barat bersama jajaran saat mendatangi tambang ilegal di DAS Kampung Ulu, Senin (12/10/2020). (rul/wb)
Caption: Camat Bangka Barat bersama jajaran saat mendatangi tambang ilegal di DAS Kampung Ulu, Senin (12/10/2020). (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Camat Muntok bersama jajaran RT dan RW Kampung Ulu ingin menghentikan penambangan liar yang merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampung Ulu Jalan Kejaksaan di belakang Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat.

Sukandi bersama Lurah Tanjung, RT, RW, warga sekitar didampingi oleh Satpol PP dan Kasi Intel Kejari Bangka Barat turun langsung ke lokasi, Senin (12/10/2020) siang.

"Penambangan liar ada di RT 2 Jalan Kejaksaan, kita sudah berkoordinasi dengan Pol PP dan Kejaksaan karena kita ingin mengehentikanpenambangan liar di aliran sungai ke Kampung Ulu," ucap Sukandi.

Sukandi menyebutkan, sebelumnya aktivitas  sudah ditinjau dan sudah pernah diberikan peringatan untuk berhenti. Pihaknya, berencana untuk  menghentikan paksa serta menyita alat/barang bukti. Namun, lantaran masih melakukan koordinasi dengan Kejari, pihaknya menunda untuk mengangkut barang bukti penambangan liar.

"Masyarakat ini menolak, penambangan ini sebenarnya sudah dari bulan Agustus. Beberapa hari kita imbau kita pastikan, lalu berhenti muncul lagi. Imbauan itu masih berjalan maksud kita jangan hanya imbauan tapi ada penegak hukum untuk mencegah mereka " jelasnya.

"Pihak kejaksaan lagi koordinasi dengan atasannya. Maunya kita angkat seharusnya gitu dijadikan barang buktilah untuk penambang ini, tapi kita menunggu dulu," sambungnya.

Menurutnya, aktivitas penambangan yang berlangsung ilegal ini dapat merusak lingkungan. Sehingga harus ditertibkan. 

"Ini tetap ilegal tidak resmi, kalau pelaku penambangnya itu dari masyarakat kita, pekerjanya dari luar orang-orang  RT setempat. Cuma penambangnya tidak ditemukan hanya buktinya saja ada disitu," tukasnya.

Sukandi menuturkan, disinyalir ada oknum aparat yang menjadi penambang di lokasi DAS tersebut sampai saat ini.

"Iya menggunakan alat berat karena kalau sudah pengerukan ini menggunakan alat berat, kalau kemarin informasinya ada dua, satu memang khusus untuk menangani satu untuk ngeruk di sungai," ungkapnya. (rul/wb)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL