Pilkada Bangka Barat : Partai Hanura Tak Usul Paslon dalam Pilkada 2020

Caption: Ketua KPU Bangka Barat, Pardi. (rul/wb)
Caption: Ketua KPU Bangka Barat, Pardi. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat Pardi, menyampaikan Partai Hanura tidak mengusung calon Bupati maupun Wakil Bupati dalam Pilkada 2020.

Ia menjelaskan, berdasarkan berkas pencalonan yang disampaikan oleh ketiga pasangan calon ke KPU, Partai Hanura bukan merupakan pengusul karena tidak ada Dokumen Persetujuan/Rekomendasi dari DPP Hanura.

"Terkait dengan dukungan ke Paslon yang ada di Pilkada baik paslon 1, 2, 3 itu tidak ada dan bagi KPU sudah cukup," kata Pardi, Rabu (14/10/2020).

Ia menjelaskan, partai politik yang mengusung pasangan calon ialah yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Bangka Barat dan sebenarnya Partai Hanura memiliki kursi.

"Syaratnya minimal lima kursi dan Hanura ini kemarin memang datang, tetapi tidak cukup syaratnya sebagai pengusul karena tidak dapat melampirkan surat persetujuan B1," ucapnya.

Menurutnya, ketika syarat itu tidak terpenuhi maka KPU Bangka Barat tidak akan mencantumkan di dalam keputusan keputusan KPU terkait dengan pencalonan.

"Kami tidak mencantumkan pengusul dari Paslon nomor 2 Hanura enggak, yang lengkap saja yaitu PKS, Nasdem, dan Perindo. Untuk menjadi pendukung itu diserahkan kepada mekanisme partai politik masing-masing," ungkapnya.

Pardi menjelaskan Partai Hanura tidak perlu menyampaikan ke KPU Kabupaten Bangka Barat, jika ingin menjadi partai pendukung salah satu pasangan calon

"Diserahkan ke internal partai masing-masing mau dukung siapa mau masang di baliho mereka siapa, KPU tidak mengatur untuk itu. Hanura tidak mengusul Paslon manapun yang terdaftar di KPU Kabupaten Bangka Barat kemarin sesuai dengan syarat  tadi harus punya rekom DPP," sambungnya.

Pardi menyebutkan, KPU hanya mengatur desain APK yang disampaikan ke pihaknya misalnya memuat nama paslon, nomor, visi misi, program, foto paslon, tanda gambar parpol/logo parpol, atau foto pengurus parpol.

"Semua desain yang disampaikan oleh Paslon 1, 2, 3 itu logo parpolnya yang disampaikan ke kami itu adalah yang sesuai yang didaftarkan itu saja yang kami akan cetak," jelasnya.

Jika Parpol seperti Hanura ingin mencetak sendiri untuk mendukung paslon manapun maka KPU tidak mengatur hal itu.

"Parpolnya silahkan mau nyetak kayak PKB kemarin bikin spanduk dukung inikan kan kita enggak ngelarang itu, itu hak Partai Politik," tukasnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL