Safri-Eddy Janjikan BPJS Kesehatan Gratis untuk Seluruh Warga Bangka Barat

Pasangan Calon Nomor urut 3 Pilkada Bangka Barat 2020, yakni Safri dan Eddy Arif menggelar kampanye dialogis di salah satu rumah warga Desa Airbelo Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Selasa (13/10/2020).(rul/wb)
Pasangan Calon Nomor urut 3 Pilkada Bangka Barat 2020, yakni Safri dan Eddy Arif menggelar kampanye dialogis di salah satu rumah warga Desa Airbelo Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Selasa (13/10/2020).(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Pasangan Calon Nomor urut 3 Pilkada Bangka Barat 2020, yakni Safri dan Eddy Arif menggelar kampanye dialogis di salah satu rumah warga Desa Airbelo Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Selasa (13/10/2020). 

Pasangan ini menjelaskan salah satu program prioritas mereka yakni agar seluruh masyarakat Bangka Barat mendapat Kartu BPJS Kesehatan gratis baik kaya maupun miskin, sehingga timbul keadilan.

Safri menjelaskan mereka memiliki tiga program prioritas yang bernama 3 Program SIF (Safri Eddy Arif) BISA.

"BPJS sudah buat belum, nunggak tidak ? Sudah setahun dua tahun betul tidak. inilah yang banyak BPJS nunggak, ada yang tidak bikin, mau nunggu BPJS gratis betul tidak," ucap Safri depan masyarakat.

Safri menyebutkan sekarang sudah ada program BPJS Kesehatan gratis namun belum mencukupi lantaran yang dianggarkan pemerintah masih terbilang kecil.

"Kalau Safri-Eddy nanti jadi, kami punya program semua masyarakat yang kaya maupun miskin dapat BPJS gratis, setuju tidak. Jangan marah kalau orang kaya dapat BPJS gratis yang penting orang miskin dapat," tuturnya. 

Menurut Safri alasan tidak tebang pilih untuk BPJS Kesehatan gratis tidak melihat kaya dan miskin lantaran sesuai visinya untuk mewujudkan Bangka Barat Adil dan Sejahtera.

"Kalau tidak adil kita ini tidak bisa sejahtera, tidak bisa memimpin betul tidak. Saya contohkan ini rumah bapak ini sudah permanen tapi kita tidak tahu bapak ini sanggup tidak untuk bayar BPJS, terus itu rumah belum permanen kita tidak tahu juga apakah mampu bayar BPJS, apa tolak ukur kita untuk menilai orang itu mampu dan tidak mampu," jelasnya.

Safri menerangkan misal di suatu daerah kuota BPJS Kesehatan terbatas sedangkan jumlah penduduk banyak, sehingga petugas atau pemimpin di daerah tersebut akan kebingungan juga jika hanya terbatas.

"Pening jadi kades, kalian marah-marah kades, kades tidak adil lah. Itu yang terjadi, cuma ada 10 mau dibagikan 30 orang, macam mana ini yang tidak boleh. Jadi rumah itu bukan patokan," katanya. 

Sehingga kedepannya warga Bangka Barat baik yang miskin maupun kaya tetap mendapatkan BPJS Kesehatan gratis, hal itu yang akan diterapkannya dan direalisasikan dalam dua tahun pertama nantinya, dan dua program lainnya yakni BISA Sekolah dan BISA Kerja.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL