Dugaan Penipuan Cek Kosong, Berkas Direkur RS KIM Dilimpahkan ke Jaksa

Firman    •    Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:26 WIB
Lokal
Caption: Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrum) Polda Provinsi Bangka Belitung (Babel) Kombes (Pol) Budi Hermawan. (fn/wb)
Caption: Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrum) Polda Provinsi Bangka Belitung (Babel) Kombes (Pol) Budi Hermawan. (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Penyidik Ditreskrimum Polda Bangka Belitung (Babel) akan melakukan tahap dua kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp 1,6 miliar, yang melibatkan Direktur Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM) Pangkalpinang, dr Hendry Jan, pada Senin (19/10/2020) mendatang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrum) Polda Provinsi Bangka Belitung (Babel) Kombes (Pol) Budi Hermawan mengatakan, berkas perkaranya dr Hendry Jan, sudah P21 atau dinyatakan lengkap.

"Sudah P21 oleh Jaksa, rencananya berkas perkara akan dikirim hari ini ke Jaksa, tapi karena Jaksanya ada kesibukan jadi ditunda dan akan dikirim kembali, Senin depan 19 Oktober 2020," jelas Budi Hermawan, Kamis (15/10/2020).

Sementara itu dijelaskan Kombes (Pol) Budi Hermawan saat ini tersangka dr Hendry Jan, sudah dilakukan penangguhan penahanan atas permintaan istrinya, dan Direktur RS KIM dr Hendry Jan ini, dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis, lantaran menjalani penangguhan penahanan.

"Karena istrinya (dr Hendry Jan- red) sudah menjamin bahwa ia tidak akan melarikan diri, ada juga kesepakatan antara Hendry Jan, dan owner Toko Dunia Lampu, Fendi Yanto alias Afen," jelasnya.

"Kedua belah pihak telah menempuh jalur mediasi atau berdamai, namun proses penegakan hukum di kepolisian tetap berlanjut," sambung Budi Hermawan.

Sebelumnya Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menetapkan Direktur Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM) Pangkalpinang, dr Hendry Jan, sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dalam bentuk cek kosong, pada Selasa (18/8/2020) lalu.

Kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp 1,6 miliar ini dilaporkan CEO Toko Dunia Lampu, Fendi Yanto alias Afen, lantaran merasa ditipu dan diberi cek kosong saat jual beli barang-barang kelistrikan untuk membangun RS KIM. (fn/wb)






TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL