Atasi Dampak Pandemi Corona, Disnaker Babel Gelar Program MTU ke Desa-desa

Hafiz Wow    •    Jumat, 16 Oktober 2020 | 20:52 WIB
Lokal
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung,Harrie Patriadi.(fiz/wb)
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung,Harrie Patriadi.(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dampak pandemi Covid-19 sebanyak 369 pekerja dari 38 perusahaan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Bangka Belitung (Babel). Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Babel dalam upaya pemulihan ekonomi akibat Covid-19, menghadirkan di tengah masyarakat program Mobile Training Unit (MTU). MTU adalah pelatihan kerja mandiri yang dilaksanakan di tempat tinggal masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung,Harrie Patriadi mengatakan masyarakat  yang ingin mendapatkan pelatihan kerja, tidak perlu mendatangi tempat-tempat pelatihan. Pihaknya langsung hadir di tengah masyarakat yang akan diberikan pelatihan.

"Kita melakukan MTU di desa-desa, yang kita selenggarakan langsung di lokasi desa. Ini salah satu upaya kita menghadapi pandemi ini. Memang bukan program tetap kita tapi akan kita galakkan lagi melalui dana APBN dan APBD memberikan pelatihan," kata Harrie, Jumat (16/10/2020).

Ia menjelaskan pelatihan melalui MTU, memperbesar kesempatan masyarakat mendapatkan skills guna daya saing di era new normal. Masyarakat dapat mendaftar secara online maupun langsung di Balai Latihan Kerja, Disnaker Provinsi Babel. MTU juga sesuai dengan pelatihan yang diinginkan oleh pihak desa.

"Sedang berlangsung program MTU di beberapa desa. Saat ini di Tukak Sadai dan Kelurahan Teladan di Bangka Selatan, Desa Lumut dan beberapa tempat lainnya. Jadi ada tujuh desa di tahun ini yang kita laksanakan program MTU di desa-desa tersebut," ujarnya.

Ia menyebutkan MTU dengan mobilisasi berbagai peralatan penunjang latihan kerja menggunakan kendaraan khusus. Dalam program MTU terdapat berbagai pelatihan, seperti montir, perbaikan AC, menjahit, dan lainnya.

"Mobil tersebut lengkap peralatannya. Pelaksanaan MTU itu antara 22 hari sampai 24 hari. Di hari kerja itu mereka mendapatkan latihan, dan pesertanya desa yang merekomendasi, jadi bukan kita yang cari, ntah itu anak muda atau orang yang mau meningkatkan keahliannya melalui reskilling," jelasnya.

Ia menambahkan para peserta MTU akan mendapatkan uang insentif saat melaksanakan pelatihan. Jumlah insentif untuk APBN berkisar Rp 25.000 dan untuk APBD sejumlah Rp 50.000 per hari nya.

"Kita ada juga program pemagangan tapi tidak banyak, nah saat ini ada enam tempat kita adakan pemagangan, empat di Pulau Bangka dan duanya di Belitung. Nah jumlahnya ada sepuluh orang per titik, jadi ada 60 orang yang sedang berlangsung selama tiga bulan, ada di hotel, ada perbengkelan dan diberikan uang insentif juga," tukasnya.(fiz/wb)




MEDSOS WOWBABEL