Perspektif Hukum Terkait Imbas Aktivitas TI Apung Inkonvensional

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 16 Oktober 2020 | 20:13 WIB
Opini
Zaid Wahidin ( Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung).(ist)
Zaid Wahidin ( Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung).(ist)

Oleh: Zaid Wahidin ( Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung) 


Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung merupakan daerah yang terletak paling ujung selatan di wilayah Bumi Serumpun Sebalai. Sebagai Ibu Kota Kabupaten Bangka Selatan, Kota Toboali banyak dikenal dengan wilayah pantai yang menarik dan sumber daya mineral yang melimpah. Hal ini membuat Kota Toboali menjadi salah satu daerah yang menjadi unggulan pada sektor pariwisata, dan juga unggul pada hasil laut berupa tangkapan ikan dari hasil nelayan, serta salah satu penyumbang sumber daya mineral yang cukup meyakinkan.

Dikenal dengan daerah pantai, Kota Toboali mempunyai beberapa objek pantai yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Diantaranya adalah pantai nek aji atau yang sekarang dinamai pantai tangsi, pantai batu kapur, pantai batu perahu, pantai kelisut dan lain sebagainya. Tidak hanya dari keindahan pantai, akan tetapi hasil tangkap ikan dari nelayan pun cukup memuaskan.

Keunggulan pada sektor maritim ini membuat Kota Toboali menjadi salah satu daerah dengan poros maritim di Bangka Belitung. Segala keunggulan dari beberapa sektor tersebut tak lain dikarenakan Kota Toboali terletak pada geografis yang sangat menguntungkan.

Berbicara pada faktor geografis dari poros maritim, selain unggul dari pariwisata dan hasil tangkapan laut, keadaan maritim Kota Toboali juga menghasilkan kekayaan sumber daya mineral berupa timah laut yang cukup besar. Hal ini dikarenakan faktor geologis alami di Kep. Bangka Belitung yang terkenal dengan hasil timah yang melimpah, salah satunya adalah timah daerah pesisir laut yang ada di Kota Toboali.

Terkait kekayaan sumber daya mineral berupa timah yang cukup besar, terdapat sedikit masyarakat yang berprofesi sebagai penambang, khusus nya dalam kegiatan pertambangan timah inkonvensional (TI) pada sektor laut. Kegiatan pertambangan timah inkonvensional pada sektor laut biasanya di sebut dengan TI Apung oleh masyarakat Toboali. Pertambangan timah laut inkonvensional atau TI Apung dilakukan dengan cara menyedot tanah di dalam dasar laut menggunakan alat yang ada pada kapal keruk/isap TI Apung inkonvensional tersebut.

Aktivitas kegiatan pertambangan timah laut inkonvensional dilaut Toboali makin marak terjadi akhir-akhir ini, dikutip dari berbagai media massa lokal di Kep. Bangka Belitung memberitakan bahwa penambangan timah laut inkonvensioal telah dilakukan. Dilihat dari bulan september dan awal oktober tahun 2020 terdapat cukup banyak kapal keruk/isap TI Apung yang sedang berkegiatan menambang. Hal ini bukan lah hal yang baru, kegiatan TI Apung inkovensional di daerah pesisir pantai Kota Toboali kerap dilakukan dari tahun ke tahun. 

Teguran demi teguran telah dilakukan oleh aparat hukum, tindakan nyata pun telah dilakukan aparat dengan cara menyita dan menyeret kapal keruk/isap TI Apung inkonvensional ke pinggir pantai, namun tetap saja kegiatan TI Apung inkonvensional ini dilakukan kembali secara berulang-ulang. Dan belum lama ini penegak hukum yaitu anggota gabungan TNI dan Polri bersama-sama menertibkan kegiatan TI Apung inkonvensional ini dan menyita 8 kapal keruk/isap TI Apung dikawasan Pantai Laut Nek Aji atau Pantai Tangsi Toboali, Rabu (7/10/2020).



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE