TI Sukadamai Berdampak Bisnis Sabu Tumbuh Subur, 15 Orang Dicokok Polisi

Aston    •    Jumat, 16 Oktober 2020 | 18:15 WIB
Video Kite
Caption: Polres Bangka Selatan merilis kasus narkoba di wilayah hukum Polres Bangka Selatan, Jumat (16/10/2020). (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Dalam satu setengah sebulan terakhir Polres Bangka Selatan mengungkap sembilan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Bangka Selatan.

Wakapolres Polres Bangka Selatan, Kompol Sarwo Edi Wibowo mengatakan,kasus narkotika yang berhasil terugkap sejak  1 September sampai 15 Oktober 2020, sebanyak sembilan kasus dengan 15 orang tersangka.

"Kami sampaikan bahwa ungkap kasus narkotika terhitung sejak 1 september sampai 15 oktober ada sembilan kasus dengan total tersangka sebanyak 15 orang," ungkap Kompol Sarwo Edi, Jumat (16/10/2020).

Dari sembilan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 30,96 gram sabu dan dua butir narkotika jenis pil ektasi.

Dari lima belas tersangka tiga diantaranya berjenis kelamin perempuan. Ironinya, dua tersangka merupakan pasangan suami istri yang merupakan warga Sukadamai Toboali, dan satu tersangka merupakan resipis narkotika.

Sementara Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan, Iptu Yandri C Akip mengatakan, ungkap kasus didominasi dari wilayah  Kecamatan Toboali, khususnya dari wilayah pesisir padat penduduk Sukadamai.

Menurut Yandri,  kasus yang terbilang menonjol tersebut ada kaitannya dengan aktivitas pertambangan timah laut di perairan Sukadamai.

" Penindakan terhadap pelaku narkoba ini memang didominasi di wilayah Sukadamai dan ada korelasinya dengan tambang yang mana kemarin di Sukadamai ada aktivitas tambang. Memang kebanyakan dikonsumsi oleh pekerja dari tambang tambang untuk menambah stamina," kata Iptu Yandri.

Ia menuturkan bahwa narkotika  kebanyakannya berasal dari Palembang Sumatera Selatan, yang dipasok melalui jalur laut dengan memanfaatkan pelabuhan tikus.

" Dipasok dari Palembang melalui jalur laut oleh kurir menggunakan speedboat dan ini terus kita pantau terutama jalur yang diduga jadi pintu pintu masuk narkoba," tutur Yandri

"Kita juga mohon kerjasama dari masyrakat dan semua pihak untuk proaktif mengawasi perdaran narkotika, jika ada yang mencurigkan mohon diinformasikan kita bersama-bersama  berantas narkoba," imbuhnya.

Ia menambahkan, berkas perkara para tersangka narkotika tersebut sudah proses tahap pertama pelimpahan berkas ke kejaksaan negeri, tinggal menyisakan dua berkas tersangka saja yang masih proses pemberkasan. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE