BPOM Banyak Temukan Kosmetik Tak Sesuai Standar

Caption: Kampanye Cerdas Memilih Kosmetik Aman Bersama Pramuka yang turut dihadiri Kepala Badan POM Babel, di Bangka City Hotel, Jumat (16/10/2020). (IST)
Caption: Kampanye Cerdas Memilih Kosmetik Aman Bersama Pramuka yang turut dihadiri Kepala Badan POM Babel, di Bangka City Hotel, Jumat (16/10/2020). (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Ketua Kakwarda Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi berbagi pengalaman pribadi tentang pemilihan produk kosmetik kepada 200 peserta yang hadir yang juga merupakan anggota pramuka Babel.

Hal ini disampaikannya saat  menjadi narasumber dalam kegiatan Kampanye Cerdas Memilih Kosmetik Aman Bersama Pramuka yang turut dihadiri Kepala Badan POM Babel, Hermanto dan dr. Monica dari Kimly menjadi narasumber dalam talkshow dan diskusi yang diselenggarakan di Bangka City Hotel, Jumat (16/10/2020).

Peredaran kosmetik di Indonesia, khususnya di Babel pada masa pandemi Covid-19 terus eksis. Pembelian secara online malah sangat meningkat hingga sulit dibedakan mana yang legal dan ilegal atau yang memiliki sertifikat BPOM maupun tidak.

Kosmetik tidak hanya berupa produk bedak, lipstik, pewarna pipi, dan yang lainnya. Pada kenyataannya kosmetik sebenarnya lebih luas lagi bahkan, digunakan hampir semua masyarakat dalam kehidupan sehari-hari seperti sabun untuk kulit, sampo untuk rambut, pasta gigi untuk gigi, dan sebagainya yang juga tergolong produk kosmetik.

Walaupun terjadi peningkatan ekonomi dari produk kosmetik, di satu sisi menjadi perhatian karena produk-produk ini banyak menyasar generasi milenial melalui online. Sedangkan di sisi lain, produk yang dipasarkan secara online kerap dijadikan produsen yang tidak bertanggung jawab dengan kandungan produknya sangat membahayakan kesehatan, produk ilegal, produk yang dipalsukan bahkan mengandung bahan berbahaya.

"Pada kenyataannya, di antara produk ini sangat membahayakan kesehatan, mulai dari pemasarannya ilegal, pemalsuan hingga mengandung bahan yang membahayakan," kata Kepala BPOM Babel, Hermanto.

Lebih lanjut, Hermanto mengatakan BPOM selama pandemi pun tetap melakukan pengawasan dilapangan seperti pengambilan sampling, syarat produksi, distribusi hingga pengujian produk di laboratorium. Kenyataannya, banyak berdiri penjual-penjual online yang semakin marak dan sangat berkembang yang menyerang juga anak-anak milenial.

"Tidak sedikit ditemukan produk-produk yang tidak memenuhi persyaratan," tegasnya.

Kakwarda Melati dalam kesempatan ini mengatakan sebagai perempuan tentu sangat bersemangat ketika membicarakan tentang produk kosmetik. Diakui Melati, banyak yang menanyakan produk yang digunakan untuk merawat diri.

Menurutnya, tips yang lebih penting dibagikan adalah kecantikan itu bukan hanya tampak luar tetapi menjadi satu kesatuan komplit, kompleks satu paket. Sedangnya produk-produk kosmetik adalah pelengkap atau tambahan agar lebih tampak cantik.

"Bagaimana cara untuk cantik syarat utamanya adalah harus bahagia dan harus hidup sehat. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan olah raga," ungkapnya.

Melati mengatakan untuk yang lebih dipikirkan adalah efeknya dari produk yang tidak terpercaya. Marketing yang menjanjikan mampu mengatasi berbagai keluhan wanita harus lebih teliti saat memilih.

"Jangan pernah tegiur dengan iklan-iklan yang menjanjikan dan banyak beredar di masyarakat, gunakan sesuai kebutuhan dan yang mengantongi izin resmi", tegasnya.

Badan POM melakukan screening, produk-produk yang kandungannya terdapat mercury bisa membuat autoimun dan kanker kulit. Hal ini diingatkan dengan tegas oleh Kakak Melati dan dianjurkan sekali untuk memilih produk yang telah memiliki rekomendasi dari Badan POM.

Sebagai dokter kecantikan, dr. Monica juga lebih menganjurkan penggunaan produk kosmetik yang sesuai dengan jenis (kebutuhan) kulit dan tentunya dari produk yang juga sudah mengantongi rekomendasi dari Badan POM. (adv/*)



MEDSOS WOWBABEL