Pilkada Bangka Barat: Paslon Dilarang 'Salam Tempel'

Chairul Aprizal    •    Minggu, 18 Oktober 2020 | 12:06 WIB
Pilkada
Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal Kabupaten Bangka Barat, Anas Ekariva Asmara.(rul/wb)
Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal Kabupaten Bangka Barat, Anas Ekariva Asmara.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Korp Pengawasan Humas dan Hubal Kabupaten Bangka Barat, Anas Ekariva Asmara menyampaikan pasangan calon Pilkada 2020 dilarang memberi uang atau 'salam tempel' pada saat berkampanye.

Anas menjelaskan sesuai PKPU 11 tahun 2020 Pasal 71 ayat 1 Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon/Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk memengaruhi Pemilih, ayat 2 Dalam masa Kampanye Partai Politik dan Gabungan Partai Politik Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye dapat memberikan makan, minum, dan tranportasi kepada peserta kampanye, 

Ayat 3 biaya makan, minum, dan transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat ke 2 dilarang diberikan dalam bentuk uang,

Ayat 4 besaran biaya makan, minum, dan transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 didasarkan pada standar biaya daerah.

"Boleh biaya makan, minum, transportasi, namun dilarang dalam bentuk uang, dalam bentuk barang, nominal itu di ayat 4 didasarkan standar biaya daerah," ungkap Anas, diwawancarai, Minggu (18/10/2020).

Anas menuturkan para Pasangan Calon dilarang memberikan uang saat kampanye kepada masyarakat dan hal ini sudah dilakukan imbauan kepada paslon serta tim paslon juga selalu kordinasi ke pihaknya.

"Awalnya ada yang mau beri uang, namun setelah koordinasi konsultasi akhirnya tidak jadi, dan ada juga yang bertanya dulu" ujarnya.

Oleh karena itu jika paslon ingin memberikan transport untuk masyarakat harus berupa bensin atau bahan bakar langsung langsung bukan berbentuk uang.

"Jadi transport itu boleh berupa bensin, transport tidak boleh berupa uang, yang boleh bensin, langsung barangnya misal bensin, pertalite atau pertamax menyesuaikan standar biaya daerah, misal boleh 20 liter," jelas Anas.

Anas mengungkapkan sejauh ini belum ada pasangan calon yang melanggar dan memberikan uang kepada masyarakat saat kampanye dan belum ditemukan laporan pelanggaran tersebut.

"Kemudian bahan kampanye yang dibagikan itu harus terbungkus plastik, misalkan dia membagikan masker harus terbungkus plastik, kalau baju harus terbungkus plastik," tukasnya.

Anas mengatakan Bawaslu akan mengawasi tiap tahapan kampanye paslon hingga selesai hingga bubar baru jajarannya ikut selesai.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL