Proyek Jerambah Gantung Ambruk, DPRD Pangkalpinang Turun ke Lokasi

Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang beserta anggota Komisi III dan I melakukan inspeksi terkait peristiwa ambruknya Jembatan Air Karabut alias Jerambah Gantung Kota Pangkalpinang, yang kini dalam proses pengerjaan.(hen/wb)
Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang beserta anggota Komisi III dan I melakukan inspeksi terkait peristiwa ambruknya Jembatan Air Karabut alias Jerambah Gantung Kota Pangkalpinang, yang kini dalam proses pengerjaan.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang beserta anggota Komisi III dan I melakukan inspeksi terkait peristiwa ambruknya Jembatan Air Karabut alias Jerambah Gantung Kota Pangkalpinang, yang kini dalam proses pengerjaan.

Proyek senilai Rp 25,9 miliar tersebut bersumber dari APBD Pemerintah Kota Pangkalpinang TA 2020, yang dikerjakan oleh PT Karya Mulia Nugraha dimulai sejak 22 April 2020.

Ambruknya kontruksi jembatan senilai Rp 25,9 miliar tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat (16/10/2020).

"Ada beberapa hal pertemuan kami dengan Kadis PU, Kabid Bina Marga dan kontraktor, jadi poin-poinnya bahasa mereka ini human eror. Kalau bicara apapun yang terjadi pasti bahasa semua orang human eror, kan," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid, Sabtu (17/10).

Rosdiansyah menyatakan, kesimpulan yang didapatkan oleh anggotanya saat inspeksi bahasanya pihak kontraktor akan bertanggung jawab menyelesaikan kontruksi jembatan hingga tuntas.

 "Jadi tidak ada penambahan anggaran dan itu urusan pelaksana jembatan. Kami DPRD Kota Pangkalpinang ini nantinya terselesaikan dengan baik, jangan asal-asalan. Kedepannya nanti tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti ini," tandasnya.

"Saya sudah berbicara tadi, apa ini terlalu dipaksakan, perencanaannya tidak matang atau ada unsur lain, tapi alasan mereka tadi human error. Kita lihat nanti kedepannya, progres gimana nanti sampai bulan Desember. Jika tidak selesai ada poin-poin lagi nanti yang akan kita bahas," bebernya.

Dalam proses penganggaran proyek senilai Rp 25,9 miliar tersebut, Rosdiansyah membeberkan sempat terjadi silang pendapatan lantaran sejumlah anggota tidak sependapat jika jembatan itu dianggarkan pada tahun 2020, karena kondisi pandemi Covid-19. 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE