Dua Bioskop di Pangkalpinang Kembali Dibuka, Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Hendri Dede PKP    •    Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:45 WIB
Lokal
Caption: Kepala Bidang Destinasi dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, Dwidy Sutiasmi. (hdd/wb)
Caption: Kepala Bidang Destinasi dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, Dwidy Sutiasmi. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kepala Bidang Destinasi dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, Dwidy Sutiasmi, menyebutkan pembukaan kembali dua bioskop di Kota Pangkalpinang telah mengantongi izin operasional dari dinas terkait. 

"Sudah, jadi sebenarnya sewaktu kami melakukan rapat pada bulan Juni itu mengatakan pada tanggal 24 Juni itu silakan dibuka termasuk kawasan Pantai Pasir Padi," kata dia, Selasa (20/10/2020).

Dwidy mengatakan, setelah beberapa jenis usaha seperti restoran mendapatkan izin operasional, pihak pengelola bioskop atau perusahaan mendatangi dinas pariwisata untuk menanyakan apakah mereka bisa kembali beroperasi.

"Pihak perusahaan menanyakan apakah mereka bisa buka XXI dengan BES Cinema, kami katakan silakan. Mereka juga menyerahkan surat dari GPBSI  yang mengatakan direkomendasi kalau mereka sudah boleh buka. Jadi silakan dibuka dan protokol sudah kami berikan ke mereka," ujarnya.

"Kemudian mereka juga sudah membuat surat pernyataan apabila melanggar protokol kesehatan usaha mereka akan ditutup. Sanksinya menutup usaha mereka selama satu bulan di surat peryataan di atas materai," tukas Dwidy.

Sedangkan untuk jam operasional dan mekanisme protokol kesehatan pada bioskop yang telah ditetapkan, jumlah penonton diatur minimal 50 persen dan dengan ketentuan-ketentuan lainnya.

"Kemudian kursinya harus ditandai, sistem antriannya, dan harus menyediakan hand sanitizer maupun tempat cuci tangan," ujar Dwidy.

Ketika disinggung apakah Pemkot Pangkalpinang tidak tergesa-gesa memberikan izin operasional pada bioskop meski saat ini kasus Covid-19 di Pangkalpinang masih meningkat. Hal itu menimbang dari beberapa kondisi saat ini.

"Kalau untuk secara mereka membuka itu kita kurang tahu ini sistemnya. Mereka mengatakan mungkin karena kendala karyawan mereka menanyakan terus kenapa belum kerja sebab mereka tidak berpenghasilan," ujar Dwidy.

"Selain itu mereka juga merumahkan sebagian karyawannya, juga menimbang dari status wilayah. Dinas Pariwisata dan PTSP juga sebelumnya sudah ke sana melakukan monitoring," ungkapnya.(hdd/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL