Beredar Video Cabup Basel Pindah Agama, Bapilu PDIP Lapor Polda Babel

Firman    •    Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:26 WIB
Pilkada
Tim Bapilu PDI Perjuangan Bangka Belitung.(fn/wb)
Tim Bapilu PDI Perjuangan Bangka Belitung.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Provinsi Bangka Belitung, mengklarifikasi terkait dengan isu atau informasi yang menafsirkan potongan video yang beredar dari mulut ke mulut di Kabupaten Basel saat ini.

Video tersebut, tentang pesan melalui aplikasi dan media sosial yang menyatakan Calon Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Riza Herdavid berpindah keyakinan (agama--red) dan telah dibaptis.

Ketua Bapilu PDIP Bangka Belitung, Iman Wahyu mengatakan, dengan beredarnya video tersebut pihak PDI Perjuangan Babel, selaku partai pengusung utama menegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoax.

"Dari hasil penelusuran Tim Hukum PDI Perjuangan Provinsi Bangka Belitung, terhadap kasus informasi tersebut, saat ini telah ditemukan bukti adanya penyebaran isu SARA," ungka Imam Wahyudi yang didampingi kader PDIP lainnya saat menggelar konferensi pers kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/10/2020) malam di Fox Harris Hotel Pangkalpinang.

Selain itu Imam menambahkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah membuat laporan pengaduan ke aparat penegak hukum dan sepenuhnya telah kami serahkan proses hukum ini kepada Polda Bangka Belitung.

"Kami sangat mempercayai profesionalitas aparat penegak hukum dan berharap penyebaran berita bohong (hoax) atau ujaran kebencian yang membuat kami dari PDIP sangat dirugikan, dan berharap kasus ini segera diungkap hingga aktor intelektual di belakangnya," harapnya.

Imam juga berharap, langkah hukum yang kami tempuh ini, karena secara politik elektoral PDI Perjuangan sangat dirugikan.

"Apa lagi saat ini mengingat tahun politik dan 1 bulan menjelang Pilkada, maka dari itu pengusutan kasus ini bisa secara tuntas dan tidak hanya mengarah pada pelanggaran tindak pidana pemilu, tapi juga pelanggaran pidana umum," terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga tidak ingin menduga-duga bahwa isu SARA yang sengaja dijadikan alat untuk mengalahkan calon yang diusung PDIP pada Pilkada 9 Desember mendatang, oleh oknum-oknum secara sistematis, masif dan terstruktur.

"Karena akibat video SARA itu telah menjadi bahan perbincangan masyarakat di Bangka Selatan terhadap calon bupati yang diusung oleh PDIP," sambungnya.

"Kami juga mengimbau kepada semua kader PDIP dan simpatisan agar tetap tenang dan jaga kondusifitas agar terus fokus bekerja dan menyapa masyarakat, untuk terus dapat meyakinkan mereka memilih paslon dari PDI Perjuangan adalah pilihan terbaik, dan berdoa selalu agar Pilkada 9 Desember 2020 dapat kita menangkan," tukas Imam Wahyudi.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL