Kenali, Ini Kelebihan Pertamax Turbo

Hafiz Wow    •    Sabtu, 24 Oktober 2020 | 15:03 WIB
Lokal
Caption: Ilustrasi.
Caption: Ilustrasi.

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Marketing Operation Region II Sumbagsel PT Pertamina resmi meluncurkan Pertamax Turbo di SPBU Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2020).

Unit Manager Com. Rel & CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan mengungkapkan Pertamax Turbo hadir di Bangka Belitung seiring dengan tingginya  kesadaran konsumen setia Pertamina, menggunakan BBM terbaik di Indonesia untuk menjaga ketahanan mesin kendaraan.

Ia menjelaskan hasil pembakaran dari Pertamax Turbo tidak menyebabkan arang pada mesin sehingga asap menjadi lebih bersih.

"Dengan Research Octane Number (RON) sebesar 98, Pertamax Turbo merupakan BBM terbaik di Indonesia saat ini", kata Umar, Sabtu (24/10/2020).

Ia menyampaikan Formula Ignition Boost menyebabkan Pertamax Turbo membuat mesin lebih responsif, meningkatkan akselerasi dan performa mesin. Kadar oktan yang tinggi juga mengakibatkan sempurnanya pembakaran, efisiensi BBM, kecepatan kendaraan menjadi maksimal, kendaraan menjadi lebih nyaman untuk dikendarai.

Pertamina juga senantiasa menjaga stabilisasi udara dengan meluncurkan Bahan Bakar Berkualitas (BBK) ramah lingkungan dengan emisi gas buang berkadar karbon rendah dan dengan kadar sulfur maksimal 50 part per million (ppm) atau setara dengan standar Euro 4.

Sehari sebelumnya, dilaksanakan kegiatan podcast di Warkop PAPA Pangkalpinang dengan menghadirkan pembicara Sadli Ario Priambodo dan Arif Wahyudi selaku Chief Mekanik Yamaha Pangkalpinang, Jumat (23/10/2020).

Acara yang dipandu host Naomi dan Guntur ini berjalan sangat meriah. Peserta yang sebagian besar terdiri dari komunitas motor dan awak media ini, sangat antusias untuk bertanya terkait bahan bakar untuk kendaraan masa kini.

"Sebelumnya mesin motor menggunakan metode manual dengan karburator, sementara untuk kendaraan keluaran terbaru menggunakan teknologi fuel injection yang tentunya memerlukan BBM dengan oktan tinggi," ujar Arif.

Sadli kemudian menambahkan bahwa awalnya konsumen membeli BBM oktan rendah karena harganya terjangkau. Bahan bakar yang tidak sesuai dapat menyumbat sistem komponen bahan bakar.

"Penumpukan deposit di sistem injeksi menyebabkan performa menurun, kompresi juga menurun, gas buang menjadi lebih kotor, menyebabkan tingginya biaya perawatan," tandasnya. (fiz/wb)



MEDSOS WOWBABEL