Navigasi Pelayaran Pongok Rusak, Keselamatan Nelayan Terancam

Aston    •    Senin, 26 Oktober 2020 | 21:07 WIB
Lokal
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) atau rambu lampu lalu lintas laut di perairan alur masuk Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tidak lagi berfungsi.(ist)
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) atau rambu lampu lalu lintas laut di perairan alur masuk Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tidak lagi berfungsi.(ist)

PONGOK,www.wowbabel.com -- Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) atau rambu lampu lalu lintas laut di perairan alur masuk Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tidak lagi berfungsi. 

Akibatnya menyulitkan para nelayan masuk alur pongok dan mengancam keselamatan nelayan.

SBNP merupakan alat yang menjadi pemandu bagi nahkoda saat berlayar pada malam hari. Alat yang berbentuk tonggak besi setinggi sekitar 5 meter di atas permukaan laut itu, di ujungnya terdapat lampu sebagai rambu.

SBNP biasanya dipasang di pintu masuk pelabuhan dan di sekitar pulau untuk menandai perairan dangkal. Sementara di Pongok, SBNP yang tidak berfungsi lagi terjadi di alur masuk Pulau Pongok sebanyak lima titik atau lima lampu navigasi SBNP tak lagi menyala.

Kondisi itu dibenarkan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (DPUPRHUB) Bangka Selatan melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut ASDP dan Udara, Budi Heriyansyah. 

" Kondisi itu (rusak--red) sudah sekitar enam bulanan, ada dua SBNP di alur masuk Pongok yang mengalami kerusakan. Kondisi itu memang sedikit menyulitkan nelayan ketika malam hari," kata Budi Heriyansyah, Senin (26/10/2020). 

Kondisi itu membuat nelayan harus berhati-hati ketika pulang melaut di malam hari. Nelayan hanya berbekal lampu dermaga dan lampu dari rumah-rumah warga sebagai panduan untuk masuk ke alur Pongok di malam hari. 

Pemkab Bangka Selatan tidak bisa memperbaiki kondisi navigasi pelayaran tersebut, lantaran kewenangannya masih di wilayah Palembang Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). 

"Kami tidak bisa memperbaiki lampu SBNP tersebut karena kendala kepimilikan aset masih milik Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Palembang," ungkap Budi. 

Namun, kondisi itu kata Budi, telah disampaikan kepada BPTD Palembang. Ia berharap, navigasi pelayaran Pongok segera berfungsi kembali demi keselamatan para nelayan. 

"Sudah kita sampaikan ke BPTD Palembang, tidak hanya dua titik di alur masuk pongok, tapi kita laporkan juga kondisi di beberapa titik lainnya yang kondisinya perlu perbaikan," tukasnya.(as/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL