Polres Pangkalpinang Bantah Larang Kelompok Cipayung Plus Babel Berdemo

Firman    •    Senin, 26 Oktober 2020 | 20:57 WIB
Lokal
Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi.(dok)
Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Polres Pangkalpinang membantah terkait adanya isu pihaknya melarang Kelompok Cipayung Plus Bangka Belitung yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin  (26/10/2020).

Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi mengatakan batalnya aksi tersebut, bukan karena Polres Pangkalpinang yang melarang atau pun menunda.

"Saya jelaskan, pihak kepolisian dari Polres Pangkalpinang, tidak mengetahui batalnya aksi demo di kantor gubernur, dan apa penyebabnya," ungkap AKP Johan Wahyudi, Senin (26/10/2020) sore di ruang kerjanya.

Selain itu ia menjelaskan pihaknya tetap bertindak profesional dan tidak ada keberpihakan dan kepentingan apapun.

"Kita tetap mengamankan dan melayani, jadi atau tidak mereka demo, dan kita pun sudah Pam (kantor gubernur--red)," terangnya.

Johan juga meluruskan bahwa pihaknya baru menerima surat pemberitahuan akan ada  aksi pada tanggal 25 Oktober 2020 pukul 20.30 WIB.

"Sedangkan aksi akan digelar 26 Oktober 2020, atau hari ini, tentunya surat ini tidak sesuai dengan UU Nomor 9 tahun 1998, pasal 10, dan intinya kami sudah melaksanakan pengamanan di sana," jelasnya.

Ia menambahkan tidak ada yang melarang atau menghalangi mereka untuk melakukan aksi, dan kami tetap profesional melakukan pelayanan.

"Tadi kami juga telah siagakan personel sebanyak 400 orang di kantor gubernur, jadi tidak ada surat sakti, atau pun janggal, dan kami tetap profesional dalam melayani bagi mereka yang akan melakukan aksi," tegasnya.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL