Ijtima' Ulama untuk Menentukan Pilihan Politik, Ini Penjelasan Ketua Muhammadiyah Babar

Chairul Aprizal    •    Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:57 WIB
Pilkada
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Ijtima' Ulama terkadang digunakan untuk menentukan pilihan politik pada Pemilihan Umum. Menanggapi hal itu untuk Pilkada Bangka Barat 2020, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat menyebutkan hal itu boleh saja dilakukan.

Ketua Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat Sarbudiono menjelaskan ijtima' ulama itu adalah pendapat para tokoh ulama.

"Yang berkaitan dengan masalah aqidah, ibadah, dan yang berkaitan dengan masalah muamalah semuanyalah," kata Sarbudiono, Kamis (29/10/2020).

Sarbudiono mengatakan ketika Pilkada 2020 ini ijtima ulama digunakan untuk menentukan arah pilihan politik maka menurut prinsip Muhammadiyah ketika hal itu tidak bertentangan dengan Al Quran dipersilakan.

"Kalau prinsipnya di kita itu selama itu tidak bertentangan dengan Al Quran silahkan saja gak jadi masalah," ujarnya. 

Dikatakan Sarbudiono bahwa ijtima' ulama digunakan untuk menentukan pilihan politik kepada salah satu paslon hal itu tergantung kepada yang melihat dan menyikapinya.

"Kalau bagi saya sendiri selama itu Al Quran yang disampaikan kewajiban sesama umat, kita mengingatkan bahwa Al Quran itu tuntunan gitu ya, tuntunan ya harus kita pedomani gitu," tegas Sarbudiono.

Sarbudiono menambahkan yang terpenting sesama umat tidak diperbolehkan untuk memprovokasi dan menjelek-jelekkan yang lain.

"Kalau kita menyerukan sesuai dengan petunjuk Al Quran itu perintah tapi kalau menjelekkan mendiskreditkan itu tidak boleh," jelas Ketua Muhammadiyah Bangka Barat.

Jika ada ijtima' ulama yang mengajak untuk menentukan pilihan politik maka dijelaskan Sarbudiono selama itu tidak memaksa hak pilih masyarakat dengan cara paksaan tidak apa.

"Artinya yang ditaati adalah Al Quran dan sunnah karena dalam perintah Al Quran itu jelas Athi'ullaha wa athi'u'r-rasul jika kamu mau selamat itu kuncinya," ujarnya.

Sarbudiono menyatakan ijtima' ulama ini dapat dipakai tergantung pandangan umat kalau memang hal itu sesuai dengan ajaran agama maka sah saja.

Sarbudiono mengimbau agar masyarakat bersama menjaga kondusifitas dan keamanan Bangka Barat pada Pilkada 2020.

"Kemudian tidak saling mendiskreditkan, intinya yang mengimani Islam tentu Al Quran sudah jelas silahkan ikuti Al Quran," tukasnya.(rul/wb) 



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL