Ditampar Oknum Polisi Tiga Kali, Andika Lapor ke SPK Polres Pangkalpinang

Firman    •    Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:22 WIB
Lokal
Caption: Kabag Ops Polres Pangkalpinang, AKP Johan Wahyudi. (fn/wb)
Caption: Kabag Ops Polres Pangkalpinang, AKP Johan Wahyudi. (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Andika (27) seorang sopir mobil truk melaporkan oknum anggota Kepolisian yang bertugas di Mapolsek Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Pangkalpinang, Jumat (30/10/2020).

Andika melaporkan oknum anggota polisi bernama AK tersebut, ke SPK Polres  Pangkalpinang, lantaran telah menamparnya sebanyak tiga kali.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sungai Selan, tepat Simpang Konghin, Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah. Jumat (30/10/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang, AKP Johan Wahyudi membenarkan atas adanya laporan sopir mobil truk ke SPK Polres Pangkalpinang.

"Benar, ada laporan warga tadi ke SPK Polres Pangkalpinang, atas tindak pidana ringan, dan saat ini anggotanya sudah diperiksa oleh Provos Polres Pangkalpinang," ungkap AKP Johan Wahyudi, Jumat (30/10/2020) sore.

Selain itu dijelaskannya, saat kejadian pelapor bernama  AN (27) warga Gang Pipit, Kecamatan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, sedang menggunakan mobil truk.

"Tiba-tiba pas di Jalan Selan, tepatnya Simpang Konghin, Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah, mobil yang dikendarai pelapor menyenggol Spion motor oknum Polisi AK," terangnya.

"Sehingga oknum anggota Polisi itu langsung mengejar mobil truk yang dikendarai Andika, dan oknum anggota polisi tersebut langsung emosi kemudian langsung tempeleng AN sopir mobil truk sebanyak tiga kali," jelas AKP Johan Wahyudi.

Johan menambahkan, pihaknya sudah  berupaya untuk melakukan mediasi  kedua belah pihak.

"Namun pelapor menolak upaya tersebut, sehingga permasalahan ini tetap diproses, sebenarnya masalah ini sepele, hanya masalah tindak pidana ringan (Tipiring)," katanya.

"Cuma kasus ringan pasal 352, dan penganiyaan yang tidak menimbulkan sakit atau membatalkan korban tidak bisa bekerja," tuturnya. (fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL