Peringatan Sumpah Pemuda, Bangka Belitung Butuh Pemimpin Muda

Anja Kusuma Atmaja, Direktur Eksekutif Indonesia Berdaya.(ist)
Anja Kusuma Atmaja, Direktur Eksekutif Indonesia Berdaya.(ist)

Oleh : Anja Kusuma Atmaja, Direktur Eksekutif Indonesia Berdaya


Indonesia masih merupakan sebuah negara dengan sistem demokrasi pancasila dengan daulat kerakyatan sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Dasar pada Pasal 1 ayat 2 UUD 1945. Dengan dasar itulah penyelenggaraan pemilihan umum harus melibatkan seluruh rakyat indonesia yang merupakan bagian terpenting pelaksanaan demokrasi.

Saat ini Indonesia dihadapkan pada persoalan-persoalan yang begitu kompleks. Dari sabang aceh, sampai merauke di papua, aksi-aksi di jalanan dengan suara-suara mahasiswa, pemuda dan masyarakat yang menyuarakan jerit hati rakyat terhadap persoalan ekonomi, keadilan dan kedaulatan yang kian hari dirasa kian dirampas oleh ragam kepentingan politik.

Sejalan dengan fakta diatas, pun begitu yang terjadi di Bangka Belitung saat ini, sebuah provinsi yang kaya raya dengan hasil hasil bumi dan lautnya melimpah ruah. Namun sedang berada dalam kesulitan.

Provinsi Bangka Belitung merupakan daerah yang memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan pada awal 2000 silam. Dengan usia yang bisa dibilang sudah cukup menjelang dewasa, provinsi ini mulai terlihat perkembangan-perkembangannya di tiap-tiap kota dan kabupaten. Pada masanya, Timah merupakan penghasilan utama yang pernah menjadi komoditas unggul. 

Semenjak reformasi, kebebasan diberikan kepada kelompok usaha untuk mengambil isi perut bumi di Bangka Belitung dan dikelola oleh Badan-badan Usaha Swasta.Timah yang menjadi sumber penghasilan masyarakat itu kini mulai kehilangan perannya. Rakyat Bangka Belitung mulai dilanda kesulitan,meskipun sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Padahal, sejarah pernah mencatat, Bangka Belitung juga memiliki potensi hasil bumi bukan mineral, yaitu Lada Putih. Sebuah komoditas yang begitu terkenal dan mahsyur namanya, Lada Putih dari Bangka Belitung telah diketahui oleh dunia internasional. Namun, sangat disayangkan potensi alam itu kini kalah saing dengan negara asia lainnya seperti Thailand, Philipina yang juga mulai menghasilkanLada Putih dan sudah di ekspor ke negara-negara Eropa. 

Keadaan perekonomian masyarakat Bangka Belitung kini begitu mengkhawatirkan, di tengah kemajuan dan perkembangan zaman, sumber penghasilan dan tempat memenuhi hajat hidup kini kian sulit melanda masyarakat kecil. Dengan jumlah penduduk yang tercatat pada badan pusat statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2010 silam mendekati angka 1 juta 3 ratus ribu jiwa. Memungkinkan tahun 2020 ini telah mencapai angka 1 juta 5 ratus ribu jiwa.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL