Relevansi Vaksin Covid-19 dan HAM di Tengah Pandemi

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 30 Oktober 2020 | 11:01 WIB
Opini
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

Oleh : Aryani Fazirah (mahasiswi Universitas Bangka Belitung)


Komisi Hak Asasi Manusia PBB Jan Materson menjelaskan Hak Asasi Manusia merupakan hak yang melekat pada setiap setiap diri manusia, yang tanpa hak-hak tersebut manusia tidak mungkin dapat hidup sebagai manusia. Penegakan Hak Asasi Manusia merupakan suatu hal yang sudah diatur dari dulu oleh perundang – undangan Indonesia. Dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-satu menyatakan bahwa “ Kemerdekaan ialah hak segala bangsa ”. 

Dalam pernyataan tersebut terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam Deklerasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia PBB pasal 1. Berdasarkan UU No. 39 Tahun 1999 pasal 75 yakni menjunjung tinggi HAM yang ada di Indonesia, menyadaran masyarakat mengenai pentingnya menghargai dan menjaga HAM antar sesama. Tujuan Komnas HAM terkait undang – undang tersebut yakni Pengembangan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesai dengan pancasila, Undang – Undang Dasar 1945 dan piagam perserikatan bangsa-bangsa serta deklarasi universal hak asasi manusia.  

Terkait isu Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang merupakan penyerang virus terhadap sistem pernapasan manusia. Penyakit ini sudah tidak asing lagi kita dengar dalam kehidupan sehari-hari yang kita kenal dengan COVID-19. Pandemi corona sejak bulan Maret 2020 hingga bulan Oktober 2020 dengan kasus covid-19 yang melanda negara yang ada di dunia kini belum juga usai hingga saat ini kasus corona tersebut bertambah. Update kasus positif Corona (Covid-19) pada tanggal 24 Oktober 2020  bertambah 4.070 pada hari ini, Sabtu (24/10/2020). 

Dengan demikian jumlah telah ada sebanyak 385.980 kasus positif virus corona di Indonesia sejak awal maret lalu. Berdasarkan data pemerintah pusat, dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 309.219 diantaranya sembuh. Bertambah 4.119 dari hari sebelumnya. 

Seperti halnya pasien sembuh, pada pasien virus corona yang meninggal dunia juga ikut bertambah, yakni 128 orang pada hari ini. Hingga saat ini total telah ada 13.205 orang tercatat meninggal dunia terinfeksi virus corona di Indonesia. Mengenai penanganan virus corona, pemerintah sendiri masih terus mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protocol kesehatan di mana pun berada, agar tetap menggunakan masker, menjauhi keramaian, menjaga jarak serta mencuci tangan. Imbauan disampaikan demi meminimalisir penularan virus corona, sehingga kasus positif corona baru dapat ditekankan dengan optimal. Selain itu, pemerintah juga mengakui tiga jenis vaksin dari China. Semuanya sudah diuji klinis dan melibatkan masyarakat Indonesia. Tiga vaksin tersebut antara lain Sinovac, Cansinno, Sinopharm. Vaksin ini hanya dapat di berikan kepada mereka yang berusia 18-59 tahun serta mereka yang berusia 0-17 tahun dan diatas 60 tahun tidak dapat diberikan karena kelompok usia tersebut tidak dilibatkan saat uji klinis vaksin dilakukan. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL