Pasangan Safri-Eddy Arif, Calon Pemimpin yang Sudah Berbuat Sebelum Memimpin

ADVERTORIAL    •    Jumat, 06 November 2020 | 19:15 WIB
Pilkada
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat Nomor urut 3 Safri dan Eddy Arif (SIF) yang diusul Partai Gerindra dan PAN menggelar Kampanye di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (05/11/2020).(rul/wb)
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat Nomor urut 3 Safri dan Eddy Arif (SIF) yang diusul Partai Gerindra dan PAN menggelar Kampanye di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (05/11/2020).(rul/wb)

MUNTOK, wowbabel.com -- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat Nomor urut 3 Safri dan Eddy Arif (SIF) yang diusul Partai Gerindra dan PAN menggelar Kampanye di Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (05/11/2020).

Eddy Arif selaku calon wakil Bupati Bangka Barat ini mengakui bahwa dirinya bukan orang politik hanya seorang pengusaha lokal Muntok yang sudah dari sejak kelas 3, SD mandiri dan bekerja di pasar.

"Dari kecil bekerja sampai tamat sekolah bisa buka bengkel, sampai sekarang buka Hotel Yasmine, Guest House, warung kopi, cuci motor dan cuci mobil," ujarnya.

Eddy menyebutkan sebagai pengusaha sudah membantu membuka lowongan pekerjaan tapi niatnya maju bersama calon Bupati Safri salah satunya agar dapat membuka lowongan pekerjaan lebih seluas-luasnya agar masyarakat dapat bekerja, serta menekan angka penggangguran.

"Bukan untuk siapa-siapa lapangan pekerjaan untuk adik-adik ini lah nantinya. Kalau tidak lapangan kerja apa yang mau dikerjakan," tutur Eddy.

Calon Bupati Bangka Barat 2020, Safri menuturkan menjadi pemimpin itu tidak perlu banyak janji yang terpenting pada saat memimpin benar-benar berbuat untuk masyarakat.

"Kita punya tiga program prioritas intinya kalau kami jadi, intinya kalau jadi kami mau merangkul pengusaha lokal ini, di Muntok juga di belakang kita. Kita punya pengusaha sukses wanita sudah antar negara Rusia, Amerika, Jakarta ada di kita karena kami dari pengusaha jadi kawan kami memang banyak pengusaha," jelasnya.

Safri menyebutkan sebagai pengusaha sudah berbuat dengan mengelola keuangan dengan baik supaya untung, maka jadi pemimpin pun harus mempunyai kemampuan dalam mengelola pemerintahan agar berjalan dengan baik sebagai eksekutif berbeda dengan peran menjadi dewan atau legislatif.

"Kalau saya dari nol usaha, mungkin ribuan orang sudah pernah bekerja dengan saya artinya sudah mempekerjakan orang begitupula dengan Eddy Arif, artinya tanpa uang pemerintah kami sudah berusaha mempekerjakan masyarakat,” tuturnya.

Safri menyebutkan pasangan calon nomor urut 3 satu-satunya yang akan memberikan perubahan untuk Kabupaten Bangka Barat ke depan.

Safri mengungkapkan maju menjadi pasangan calon tidak ada beban karena sudah meminta restu istri dan orang tua sebagai syarat wajib baginya dan  tidak memiliki beban untuk mundur dari jabatan apapun.

"Ada dua syarat Pilkada ini tidak boleh dilakukan pertama money politic, kasihan kalau masyarakat dikasih duit 150 ribu rupiah untuk nyoblos, untuk jadi bupati ini tidak boleh," katanya.

Safri menjelaskan ketika ingin mencalonkan diri dengan modal money politic maka potensi sebagai pemimpin yang akan korupsi pasti besar nantinya dan tidak lagi memikirkan masyarakat.

"Kedua politik SARA seperti Suku, Agama, Ras dan Antar golongan, dan itu jangan dicampur adukkan," tutup Safri.(adv/wb)





MEDSOS WOWBABEL