Datangi PT Timah Tbk, Massa Minta Dirut Mengundurkan Diri

Firman    •    Senin, 09 November 2020 | 13:57 WIB
Lokal
Caption: Belasan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) dan Masyarakat Peduli Transparansi dan Demokrasi (MPTD) Bangka Belitung, menggelar aksi damai dihalaman kantor PT Timah, Senin (9/11/2020). (fn/wb)
Caption: Belasan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) dan Masyarakat Peduli Transparansi dan Demokrasi (MPTD) Bangka Belitung, menggelar aksi damai dihalaman kantor PT Timah, Senin (9/11/2020). (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Belasan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Muda Bangka Belitung (GMBB) dan Masyarakat Peduli Transparansi dan Demokrasi (MPTD) Bangka Belitung, menggelar aksi damai dihalaman kantor PT Timah, Senin (9/11/2020).

Aksi damai yang dilakukan tersebut, mereka menuntut Direktur PT Timah Tbk mundur dari jabatannya. Ada enam point tuntutan yang diminta masaa dalam aksi damai tersebut.

Selain menuntut Direktur PT Timah Tbk, mundur, massa ini juga menyikapi persoalan konflik penambang yang dilakukan oleh mitra PT Timah dengan masyarakat pertambangan rakyat.

Seperti di Suka Damai Toboali, Kabupaten Basel, Desa Matras dan Tuing, Kabupaten Bangka, termasuk dengan masyarakat penambang di daerah Mengkubung, Lepar Belinyu Kabupaten Bangka, yang telah banyak menimbulkan berbagai protes dan penolakan yang berakibat pada kegaduhan.

Tidak hanya itu, mereka juga menilai selama ini banyak masyarakat banyak dirugikan akibat pertambangan, mulai dari kerusakan lingkungan, dan menghancurkan mata pencarian bagi mereka terutama masyarakat.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pangkalpinang, Burkah mengatakan, aksi kami lakukan hari ini untuk menuntut Direktur PT Timah, Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengundurkan diri dari jabatannya.

"Jadi kami meminta Direktur PT Timah Tbk untuk mengundurkan diri, karena selama ini banyak kerugian-kerugian yang terjadi baik dari PT Timah serta yang dialami oleh Nelayan, Masyarakat," terangnya.

Selain itu Burkah menambahkan, pihaknya sangat kecewa dengan aksi yang dilakukan hari ini, dengan tidak hadirnya Direktur PT Timah Tbk.

"Padahal sudah pernah kami sampaikan kepada Dirut PT Timah, berapa hari yang lalu bahwa kami akan menggelar aksi di sini (red-kantor PT Timah)," cetus Burkan.

Berikut enam tuntutan dari Massa yang tergabung dalam aksi damai:

1. Meminta kepada Direktur PT Timah Tbk, Bapak Mochtar Riza Pahlevi Tabrani untuk menertibkan soal kegiatan penambangan Timah di Babel yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta menertibkan juga aparat oknum terkait, yang semena-mena Kepada penambang dengan memamerkan senjata, aparat adalah pelindung rakyat bukan perampas hasil timah rakyat.

2. Memohon kepada Direktur PT Timah Tbk, untuk meminta atasan oknum aparat tersebut, menertibkan anak buahnya yang bertugas sewenang-wenang kepada para penambang Ponton Isap Produksi (PIP) di laut Belinyu (Mengkubung).

3. Meminta Direktur PT Timah Tbk, untuk diri dan bertanggung jawab, atas meruginya hasil PT Timah, pada Kuartal ketiga tahun 2020, dengan total kerugian 225, 15 miliar, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menteri BUMN Bapak Erik Tohir di media.

4. Meminta kepada bapak Presiden Joko Widodo melalui menteri BUMN untuk mengganti Direktur PT Timah Tbk, Bapak Mochtar Riza Pahlevi Tabrani sebagai Direktur.

5. meminta Kepada DPRD Provinsi Babel,  untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi kami sebagai masyarakat Babel, kepada bapak Menteri BUMN agar Direktur PT Timah Tbk, di ganti.

6. Kepada seluruh masyarakat nelayan Babel kami akan selalu siap berjuang dan bergerak bersama-sama. (fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL