Muncul Masyumi Reborn, Begini Tanggapan Yusril

Jurnalis_Warga    •    Senin, 09 November 2020 | 16:35 WIB
Nasional
Yusril Ihza Mahendra.(net)
Yusril Ihza Mahendra.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Bertepatan dengan tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-75 Partai Masyumi, sejumlah tokoh Islam mendeklarasikan kembali aktifnya partai tersebut pada Sabtu (7/11/2020)  lalu. 

Deklarasi dilakukan secara virtual yang dihadiri oleh sejumlah tokoh islam, di antaranya Ketua Persiapan Pendirian Partai Islam Ideologis (Masyumi Reborn) Masri Sitanggang, mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, dan deklarator Partai Ummat Amien Rais. 

Deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha -usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII), A Cholil Ridwan. 

Munculnya Masyumi Reborn ini tentunya mendapat tanggapan dari berbagai elite politik di tanah air, salah satunya Yusril Ihza Mahendra.

Menurut Yusril dirinya menghormati hak setiap orang untuk mendirikan partai politik sebagai bagian dari upaya untuk melaksanakan kehidupan demokrasi di negara. Termasuk pula menghormati KH Cholil Ridwan yang baru-baru ini telah mendeklarasikan berdirinya kembali Masyumi.

Dikatakan Yusril, bahwa nama Masyumi itu digunakan kembali sebagai nama partai di era Reformasi, setelah Masyumi dibubarkan tahun 1960, bukanlah baru pertama kali terjadi. Tahun 1999 sudah pernah nama "Masyumi" digunakan pada sebuah partai baru dan ikut Pemilu 1999. Begitu juga nama "Masyumi Baru" pernah pula digunakan dan juga ikut dalam Pemilu 1999. Hasilnya tidak begitu menggembirakan. 

“Sekarang kedua partai itu, baik Masyumi maupun Masyumi Baru, mungkin masih  berdiri sebagai partai politik berbadan hukum yang sah dan terdaftar di Kemenkumham. Tetapi dalam beberapa kali Pemilu terakhir sudah tidak aktif lagi,” kata Yusril dalam rilisnya, Senin (9/11/2020).

Ditambahkan Yusril, partai yang baru dideklarasikan oleh KH Cholil Ridwan dan beberapa tokoh tanggal 7 November 2020 yang lalu tidak tahu apa namanya "Masyumi" saja atau "Masyumi Reborn", dirinya pun kurang faham. Hal itu bisa ditanyakan langsung kepada KH Cholil Ridwan.

“Saya sendiri ikut mendirikan PBB pada tahun 1998 dan terus ikut Pemilu sejak 1999 sampai Pemilu terakhir tahun 2019. PBB sendiri tidak menyebut dirinya Masyumi, Masyumi Baru atau Masyumi Reborn. PBB adalah partai baru yang menimba inspirasi dari Partai Masyumi. Sebab saya yakin, zaman sudah berubah. Situasi politik sudah sangat berbeda dengan zaman tahun 1945-1960 ketika Masyumi ada,” tutur Yusril.



MEDSOS WOWBABEL